Jumat, 03 Juli 2026

Update si Gen Z

Mungkin ketika aku sudah dipenuhi dengan berbagai macam prasangka terhadap seseorang, saat itu sebenarnya orang itu juga sedang survive...

Jadi minggu lalu ketika kuceritakan pada suamiku bagaimana jika si adik ini dilepas saja biar tau rasa, lagipula ia tak bisa diarahkan dan ingin mencari jalannya sendiri, ditambah lagi ia sudah sering terdengar mengeluh dengan kondisi kerja sekarang yang katanya sering lembur dll, suamiku gemas dan menegurnya. Terdengar marah sih bagiku yang selalu diperlakukan lembut sama Paksu. Jujur jiwa protektive sisterku ku rasanya bergetar, ingin kuhadang rasanya jika adikku disemprot orang lain. Yang boleh memarahi mereka cuma aku seorang. Tapi mau gimana ya, itu demi mereka juga.

Akhirnya setelah hari yang tegang, keesokan harinya adik laki-laki ini memulai percakapan via chat denganku. Dari hati disampaikannya apa yang ia rasakan. Ia merasa bersalah tapi juga kelelahan. Yang paling membuatku terkejut adalah pengakuan bahwa ia merasa depresi, ia sering bengong dan tidak tertarik dengan hal-hal. Ditambah lagi ia merasa takut dan ragu berhubungan dengan orang-orang baru, mungkin karena trauma covid 2 tahun tak bersosialisasi. Aku bukan psikiater tapi sepertinya ini gejala depresi, rendah diri akut dan anti sosial.

Di titik terendahnya inilah aku masuk dan memberikan insight. Kuberikan perasaan nyaman dan motivasi bahwa dia bisa berubah, aku percaya dan semua orang akan mendukung. Hasilnya? Ia ingin dan mulai berubah, bangun lebih pagi, mau mencoba dan melanjutkan kuliah, bahkan baru-baru turut campur pada proses registrasi online pendaftaran mata kuliah. Check list done. Sakit kepalaku hilang wkwk.

Nah yang satunya lagi juga sudah mulai berinteraksi, maklumlah mpls sudah mulai, banyak keperluan yang mesti di lengkapi, dan untuk melengkapi itu pasti butuh petunjuk dan pendanaan ya kan. Cih butuh duit aja sister disayang, gak butuh duit sister dibuang. Suka-suka banget gen z ini.

~

Minggu, 28 Juni 2026

Patah Hati Seorang Kakak

Apakah salah menuntut adik laki-laki terakhir agar memperjuangkan dirinya memiliki masa depan yang lebih baik? Gen z betul-betul memuakkan. Aku punya adik yang kuambil dan kuajak bersamaku sejak lulus SMP, kukira jika membawanya keluar dari rumah orang tua ia akan menjadi lebih baik dan bisa memiliki pandangan lebih luas tentang dunia dan kehidupan ini. Namun sepertinya yang kulakukan justru membuatnya merasa terlalu aman. Akhirnya ia begitu santai terhadap kehidupan dan seperti tak memiliki tujuan. Seolah-olah baginya kehidupannya sekarang sudah cukup memuaskan. Memang benar usianya masih muda, 19 tahun itu belum matang, tapi di usia dan gender ini seharusnya dia mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan, entah itu berkompetisi dengan dirinya ataupun minat dan ketertarikan untuk masa depan yang lebih baik. Kalaupun belum tahu ingin melakukan apa seharusnya ikut saja kata orang tua. Setiap kutanyai, ia hanya diam. Dan setelah menunggu setahun, akhirnya ia bersuara. Katanya ia belum berminat untuk melanjutkan pendidikan/kuliah, entahlah satu atau dua tahun ke depan, dia merasa tertekan jika terus kutanyai tentang hal itu, biarlah dia mencari jalannya sendiri katanya. Jawaban yang sungguh tidak kuduga-duga. Apakah ia bahkan ingat, persis sebelum kelulusannya di SMK dia minggat ke rumah orang tua dan tak memiliki arah tujuan saat itu? ia hanya berkumpul di rumah sepupu bersama teman-teman begadang hingga pagi yang entah apa aktivitasnya sampai akhirnya orang tua kami pasrah dan ia dibujuk kembali untuk mengikutiku dengan harapan bisa belajar berwirausaha. 

Whaaatt... spechless dah

Adalagi adik perempuan yang bersamaku. Usianya 15 tahun. Awalnya semua berjalan lancar, dia excited meskipun harus pindah sekolah dan berpisah dengan teman-teman di sekolah lamanya. Seiring waktu, entah apakah aku mungkin pernah melukai hatinya atau terlalu sering memarahinya, tiba-tiba ia mendiamiku. Fyi ia pernah kumarahi sampai menangis karena kesulitan mengerjakan tugas sekolah, ia juga kumarahi karena malas dan berantakan serta kurang mandiri. Kini setiap kuajak berbicara ia tak merespon. Rasanya bagaikan berbicara dengan dinding. Padahal anak itu dulu begitu memujaku, bahkan nama kontakku di hapenya kalau tidak salah adalah "seseorang yang sangat peduli padaku" versi Inggris. Entahlah sekarang, karena ia sangat menjaga privasinya. Komunikasi kita sangat minim, ia akan mengajakku bicara terlebih dulu jika butuh sesuatu. Meskipun aku berusaha membangun bonding dengannya, menanyai harinya atau apa yang membuatnya tertarik akhir-akhir ini, tak ada respon excited seperti yang kuharapkan.

Aku tak memiliki daya lagi blog, sebenarnya aku terlalu lembek atau terlalu keras pada anak-anak ini?? Jujur sebenarnya aku sudah berada di kondisi patah hati yang sanggup membuatku menangis. Aku bahkan meragukan diriku, apakah mungkin aku belum mendapatkan keturunan hingga saat ini karena Allah tahu aku belum mampu menjadi orang tua? Mengurus adik-adik saja gagal, bagaimana dengan anak, begitu kan?

Adik-adikku maafkan kakakmu ini yang membuat kalian tertekan atau bersedih. Sungguh akulah orang yang paling ingin melihat kalian semua sukses, nama kalian selalu ada di setiap doaku. Jadi semoga hati keras kalian bisa lebih lembut lagi padaku karena sesayang itu diriku terhadap kalian ;(

Yah itu sajalah unek-unekku blog.

Sabtu, 20 Juni 2026

Juni 2026 di Palu

Halo blog. Wahhh 4 hari lalu Palu gempa, sampai hari ini ada lebih 1.000 kali gempa susulan. Meskipun gempa susulan gak begitu terasa, tapi ada kawatirnya juga sampai-sampai aku gak mau berlama-lama di kamar mandi, selalu siaga mengenakan atasan dan bawahan yang agak proper. Gempa 16 Juni kemarin meskipun atasanku tunik tapi bawahannya celana pendek diatas lutut, untung saja di komplek saat itu cuma ibu-ibu semua. Aktivitas di rumah terus kan mana kepikiran kalau bakalan keluar karena gempa.

Cerita apa lagi ya... Orang-orang kok bisa punya banyak banget hal yang bisa di ceritakan? Aku selain satu paragraf diatas gak ada lagi yang ingin kuceritakan. Hhahahaa.
Kalau cerita tentang pekerjaan, apa ya, awal bulan kemarin aku perjadin sendirian ke Bogor sekalian silaturahmi dengan keluarga bapak lanjut kulineran di surken, kemudian dalam sebulan ini aku akan ikut pelatihan dan sertifikasi jafung, terus ada juga agenda mengadakan workshop awal bulan depan. Deg-degan.
Tentang keluarga, masih terpisah jauh dengan Paksu, dia ke Palu pun seperti tidak mau tinggal lama karena pekerjaannya. Rasanya sekarang semua serba sendiri dan masing-masing. Tidak ada hadiah-hadiah lagi atau sesuatu yang membuat senang. Mungkin karena aku juga kurang perhatian. Tapi kita baik-baik saja sih. Ibu masih belum berubah, bapak habis kontrol dan direkomendasikan untuk perawatan 3 hari di rumah sakit, tapi doi masih pikir-pikir. 
Apa lagi ya, oh selama di palu aku dan lisa suka bereksperimen bikin jajanan sendiri. Kita sudah mencoba membuat pizza, dimsum, roti abon, tiramisu, martabak telur, terang bulan, risol mayo, hari ini kita juga buat kebab. Sepertinya dalam waktu dekat kita mau buat mie pedas/mie gacoan. Aku juga rekues untuk buat minuman se-kreatif dia ajalah dengan bahan yang ada dirumah, tapi lisa males banget buat mikir. Btw, yang kita buat jangan dibayangkan levelnya sama dengan buatan profesional luar sana deh. Tampilannya masih kureng tapi rasanya lumayanlah. Yang penting jadi. Sayang sekali tidak ada foto yang ku take.

Dah ya blog, bye.

Sabtu, 04 April 2026

Maret 2026

Alhamdulilah satu lagi Lebaran Idul Fitri yang kurayakan dalam hidupku. Berasa baru dan kinclong kembali. Puasaku full, lebaranpun masih sama-sama Pak Suami dan keluarga besar Paksu. Lucunya memulai Ramadhan ikut pemerintah tapi mengakhirinya ikut Muhammadiyah. Gimana dong, keluarga besar di Sinjai itu Muhammadiyah dan akupun ikut-ikut saja karena merayakan disana kan.

Ada apa saja ya di maret, let me check my galery.

OTW Mudik

Naik Bus dulu

Makassar lanjut Sinjai, tapi ketemu Ibu Haji yang satu ini dulu

Malam takbiran, caveeekk, ngantuk, singgah Kopi Daeng Jeneponto

Lovee in the air

Alhamdulilah, full squad.

Kalau yang ini full sekalee

Balik kanan OTW Makassar dengan berbagai macam buah

Eitss singgah makan durian dulu di Bulukumba

Jalan2 dulu

Tamu bawel

Tamu silent

Di kasih kenyang sebelum pisah lagi

Akhirnya balik Palu lagi. Kali ini naik nguuungg supaya gak encok.

Nge teh sama si ini.

Anehnya, selepas Ramadhan, waktu kok jadi lambat sekali ya? Perasaan di bulan kemarin aku baru sampai di kantor mengerjakan ini itu dan ketika melihat jam sudah pukul 11 lewat gak lama lagi istirahat. Nah sekarang rasanya udah kerja berlama-lama belum jam 10 juga~ Anyone related?

Besok si Seli ulang tahun dan dia ajak temannya ke rumah. Rencananya minggu depan dia bakalan ku karantina untuk persiapan TKA. Dah ya blog. Bye.

Senin, 02 Maret 2026

Februari to Maret

Tadi kulihat timer di blogku belum update, jadi kuupdatelah itu. Prosesnya cepat cuma mengganti satu angka di html. Ingin kuganti tema waktunya bukan pantai lagi, rencananya matahari karena Kota Palu yang panas. Tapi... Sudah lupa aku dengan kode-kode html itu blog. Nantilah kalau mood kuubah template blognya sekalian.
From this

To this

Seperti biasa, Kota Palu sangat panas siang ini. Membuat keinginan jalan-jalan di weekend jadi hilang. Dahlah, aku juga lebih senang tinggal di rumah kalau sendirian. Minggu ini sepertinya akan ramai karena si Lisa datang dalam rangka mempersiapkan dokumen pengangkatannya, Paksu juga akan datang untuk menengokku. 
==========
Yuhuu Do'i sudah datang, kemarin (tanggal 3 feb) kujemput di Terminal Tipo Palu. Jaraknya sekitar 20 menit ke kantorku, pas sekali timingnya jam pulang kantorku. Sebelum balik, kita singgah makan Kaledo. Ini masakan konro khas Palu yang rasa kuahnya asam segar. Di tempat ini (Kaledo Tumbelaka) dagingnya gak keras tp gak lembut banget. Pokoknya enak karena aku sampai joged-joged makannya. Tau kan ekspressi kesenangan cewek kalau makan enak, seperti itulah.
Konro Kaledo Palu
====================

Hahhaa. Sudah kudugha kalau tulisan ini gak akan selesai dalam seminggu. Udah lewat minggu ke 3 sejak kutulis ini. Sini kulanjutkan lagi. Si Paksu masih ada di Palu per hari ini, sepertinya dia akan menetap disini hhuahahaaa.
Antar bocil lomba fashion show

Cekrek dulu

Jalan bareng anak-anak

Nasi kuning daun Woka

Btw tanggal 8-11 lalu aku perjadin ke Makassar dan sempatkan menjenguk Bapak. Dua bulan lalu bapak kecelakaan di tabrak motor (langganan banget bapak ini), sudah diurut kemana-mana tapi masih sedikit sakit, jadi bapak berhenti jualan dan istirahat di rumah. Alhamdulilah bapak sehat, masih bisa beraktivitas yang ringan-ringan. Sebenarnya aku kesal karena Orang tua yang satu itu sangat tak bisa di kasih tau, sama saja dengan istrinya! Disuruh istirahat malah sibuk jalan-jalan, perbaiki genteng sampai memangkas pohon. Aktif sekali hidupnya. Habis itu setiap ditanya kabar cuma mengeluh pinggang sakit. Bapak ini apa tidak sadar kenapa dia masih sakit?? >,<

Home sweet home Makassar, tiba2 suka mirror selfie.

=====================

Yak, ini sambungan tulisan terakhir yah. Sekarang tanggal 2 Maret, Tadi pagi Paksu akhirnya pulang ke Makassar. Lumayan lama juga Doi menemaniku disini, hampir sebulan. Mau seperti itu terus tapi diapun ada kerjaan. Sabar,, dua minggu lagi pulang kampung yeyyee. Jadi selama di sini, aku dan Paksu ngapain aja? Kita makan kaledo lagi, makan durian, jalan-jalan ke rumah keluarga, makan durian lagi, ke pasar, main bulutangkis, makan lagi, terakhir weekend kemarin sibuk ikut workshop dua hari. Kita khususnya dia memang punya program peningkatan skill tiap bulan ada-ada saja yang harus diikuti. Kemarin agak padat karena ada dua acara, ESQ dan UMKM yang jadwalnya bersamaan, jadi kita cuma bisa bagi tugas. Doi ikut ESQ, diriku ikut yang satunya. Weekendku yang berharga kuhabiskan dengan belajar, mau kesal tapi ah nikmati sajalah.

Selasa, 20 Januari 2026

Januari J-nya Apa?

Halo blog, kukira gak bakalan sempat buka blog hari ini karena tadi laptopku error. Ternyata membaik sendiri. Hari ini kulalui dengan biasa meskipun ini ulang tahunku. Semakin bertambah usia semakin berkejar-kejaran rasanya dengan 

====

Hoh, laptopku cuma membaik sebentar hari itu, bluescreen lagi kemudian blackscreen, begitu terus. Jadi berhubung sekarang ada waktu dan kesempatan, akan kulanjutkan.

Partner selama di Palu

~ Semakin bertambah usia semakin berkejar-kejaran rasanya dengan life goals. Life goalsku sangat muluk, 2022 lalu kutentukan itu sehari sebelum ulang tahunku dan sekarang sudah tahun keempat saja. Tersisa satu tahun lagi untuk evaluasi lima tahunan, sementara itu masih ada banyak yang belum terealisasi. Padahal thats simpel, 1+1 sama dengan 2, 11x11 121, 12x12 144, 8x8 6, 6x4... Apaan itu barusan? wkwk. Intinya sih akan kumaksimalkan setahun ini supaya progres lima tahunan bisa memperlihatkan hasil yang cukup memuaskan. Aku yakin bisa blog. Karena Indonesia ibukotanya Jakarta, Jawa Barat ibukotanya Bandung, Gubernur Jawa Barat KDM Bapak Aing... Krik... Krik... Duh, kalimatnya si Roby ini terngiang-ngiang di kepalaku dan rasanya tak puas jika tidak masuk dalam postinganku. Akhirnya aku merasa lega blog, yah walaupun tulisannya jadi kemana-mana.

Lalu Januari J-nya apa? 

Jadi manusia yang selalu bersyukur, selalu belajar dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Selamat tahun baru 2026 ^_^

Rabu, 17 Desember 2025

OTW 2026

22 November. Waaww.... Ternyata sudah menuju akhir 2025. What a miss, sayang sekali aku gak banyak menulis di blog tahun ini. Rasa-rasanya ada quotes yang menarik dan ingin kumasukkan di postingan kali ini tapi aku lupa apa itu. Kalau ingat nanti ku spill.

Sekarang weekend, hari yang paling kusukai. Hari ini kegiatanku mencabut rumput, bersih-bersih, memasak, main game, tidur siang, nonton drama, bikin kue, dengar musik, buka blog, dan rencananya mau sedikit olahraga main bulu tangkis sebentar. Seperti ini sudah bahagia sekali.

Yang paling kutunggu-tunggu 

===================

Yey ke skip lagi curhatanku bulan lalu yang tak selesai. Sibuk banget aku blog, mau nulis tapi juga lagi asik ngedrakor. Sekarang aku lagi nonton dramanya kim go eun, judulnya the price of confession kalau gak salah. Wah gila, mata melirik ke hape dan laptop berganti-gantian. Inilah kenapa perempuan itu disebut multitask.

Jadi yang terjadi beberapa bulan terakhir begitu cepat, aku sudah mulai lupa. Kesibukanku sebatas kantor dan rumah. Arrggghhh. Nonto dulu deh, nanti lanjutnya blog. setelah 16 episode ini selesai. bye.. 

~

Ternyata semalam aku tumbang duluan. Di episode 3 mataku tak bisa dilawan. Sepertinya ini kelelahan akibat lembur sampai jam 9 lewat malam tadi. Baru juga pulang pelatihan bela negara kerjaan menunggu.

===================

Nah, sekarang 11.32 pm 14 Desember 2025. Kalau ini gak diposting paling lambat besok 15 Desember udah gak tau lagi deh mungkin akan ada garis selanjutnya atau akan kumulai sesi menulis baru. 

Ahemm, awal bulan desember ini adalah saat yang membahagiakan karena akhirnya bisa pulang kampung hiks. Bisa liat rumahku lagi, bisa merasakan ranjangku lagi dan yang paling penting bisa ketemu paksu dan keluarga. Tapi senang-senangnya terlalu singkat karena jadwal bela negara lebih banyak dibanding curi-curi waktuku di kampung halaman. Tau-tau aku sudah di Palu lagi :( 

Jadi pengalaman bela negara tahun 2025 ini cukup berkesan karena lokasinya di Secata Rindam Malino. Bisa sekalian pulang kampung melepas rindu. Enam bulan loh baru akhirnya bisa kembali ke rumah lagi. Sebelum bela negara, senior pns kami sudah memberikan wejangan terkait hal-hal penting disana nanti. Yang paling ditekankan adalah jika sakit jangan ditahan-tahan atau disembunyikan. Sampaikan pada panitia/pelatih. Sisanya adalah tips dan trik terkait keseharian disana, misalnya bawa marker untuk menandai barang kita (baju, sepatu, dll) yang bisa tertukar dengan punya teman, bawa pakaian sekali pakai supaya tak repot di cuci dll, obat-obatan wajib dan latih fisik. Selain itu harusnya mereka bilang kalau dokumentasi itu sangat penting :'). Aku yang begitu cuek saat photografer mondar-mandir akhirnya agak menyesal juga karena gak minta taken foto. Kirain itu cuma untuk dokumentasi kegiatan mereka saja. Ternyata bisa dijadikan koleksi pribadi.

Aaaa. Disana Taeng.

Dijemput dan antar-antar dulu sama doi~ 

Ketemu Nyonya M, dikasih hadiah, selfie super filter

Selama kegiatan alhamdulilah gak ada hal-hal yang begitu berat. Kita dilatih PBB, bela diri taktis, mountainering, basic survival, ada materi juga dan lain sebagainya. Jadi teringat masa-masa berpramuka dulu, rasanya hampir mirip seperti itulah. Yang paling berkesan untukku pas caraka malam, waktu itu ada misi harus mengingat dan menyampaikan informasi ke pos terakhir. Informasi yang berusaha kuhapalkan sepanjang jalan dan ketika disampaikan ternyata salah imbuhan di satu kata. Pelajarannya salah satu katapun dari informasi yang kita terima dan sampaikan kepada orang bisa berakibat fatal, karena itu kita harus belajar bertanggung jawab dan teliti terhadap apa yang disampaikan. Ini benar sekali. Pentingnya informasi yang tepat. Kurang lebih itulah hal paling pertama yang kuperhatikan semenjak mulai kerja. Apa dasar dari setiap hal yang kukatakan dan sampaikan, makanya di postinganku sebelum-sebelumnya ada kata regulasi. Itu salah satu pegangan dari setiap tindakan pns selain budaya dan etika nya. Semoga kata-kata yang kutulis barusan sudah benar, yah pokoknya begitulah.

Untuk fasilitas selama bela negara gak terlalu masalah karena aku pribadi selalu bisa menyesuaikan diri dengan sarana prasarana yang ada. Tempat tidur keras maupun lembek aman saja aku bisa tidur dimanapun selama badan telentang, air keruh atau tidak mengalir gas sajalah cuma lima hari kok, berdingin-dingin di Malino it's okay selama alergiku tidak kambuh, makanan itu-itu saja aku juga gak masalah karena bukan tipe yang pilih-pilih, pelatih yang tegas tidak begitu menyeramkan. Satu-satunya keluhanku cuma nyeri di lutut, itupun ada kebijakan untuk yang sakit bisa istirahat menyemangati atau istirahat di klinik. Pokoknya bersyukur sekalilah tidak ada yang begitu sulit selama tugas ini. Fyi sakit-sakit yang ditemukan bermunculan selama bela negara adalah demam, meriang, sakit perut, diare, sembelit, salah urat, sakit gigi, keseleo. Sejauh ini sejauh itu yang kutau. Ini macam penyakit si gen milenial, padahal rata-rata peserta adalah gen z.

Oh ya ada juga cerita-cerita mistis yang beredar, tapi aku baru tau pas udah ada di Palu. Beberapa teman katanya merasakan hawa yang tidak enak serta mendengar dan merasa melihat hal-hal aneh. Pengalaman bela negara tanpa disertai hal berbau mistis sepertinya memang kurang seru. Aku sendiri gimana? Manusia yang gak peka ini? Hhoh, jiwaku hanya sibuk menghitung hari kapan berakhirnya kegiatan agar bisa sesegera mungkin pulang ke Makassar.

Kegiatan selesai, berat badanku nambah 2 kilo. Ya gimana dong, makanannya porsi kuli dan selalu kuhabiskan takut membuat teman-teman repot jika makananku tak habis. Padahal faktanya gak habis juga gapapa, gak ada aturan kalau teman lain harus menghabiskannya, kita cuma ditakut-takuti saja diruang makan. Eh balik dari kegiatan bela negara ini, kurasa tubuhku jadi ter-reset. Baik kesehatan maupun kebiasaan. Sekarang aku selalu terbangun jam 3 subuh efek kebiasaan takut antrian mandi kepanjangan. Semoga bisa dipertahankan ya meskipun tidak antri lagi mandinya.

Kompi B Pleton 3

BP2JK

Upacara Penutupan

=================

Kannn... Kemarin belum dipost karena belum import foto. Nambah lagi garisnya. Jeda dulu nulisnya. Pulang kerja tadi singgah di pasar beli lauk dan sayur semoga cukup untuk 2 minggu. Eh harusnya kalimatnya semoga dimasak deh. Kadang sayur yang kusimpan di kulkas berakhir tak diapa-apakan, layu dan dibuang. Kadang pas pulang kerja udah malas masak malah beli makan di luar. Dah gitu aja. Sekian bye.

Lauk doang, sayurnya tidak sempat di foto~