Kamis, 14 Januari 2021

Resep Tumis Sederhana Bunga Kembang Kol

Ada waktu dimana aku dan suami makan sayur kembang kol hampir seminggu. Kebetulan teman dari sepupu suamiku punya kebun kembang kol dan kami di kasih dua kantong plastik merah besar. Isinya 9 Buah Kembang Kol beserta daun-daunnya. 

Akupun membuat masakan kreasi kembang kol selama seminggu. Salah satunya tumis kembang kol dengan resep sederhana berikut. Bahan sangat simpel dan cara memasaknya gak ribet  <3


Bahan :

  • Bunga/Kembang Kol, kurang lebih 1/2 kg, potong dan rendam di air garam selama 5 menit supaya cacing-cacingnya mati. Kemudian cuci dan tiriskan.
  • Minyak Goreng, dikit aja buat tumis bawang.
  • Air, sedikit aja buat kuah.

Bumbu :

  • Bawang Merah, 4 siung diiris tipis
  • Bawang Putih, 4 siung juga diiris tipis
  • Saus Tiram, 3 sendok (sesuai selera)

Langkah-langkah :

  1. Panaskan minyak goreng di wajan, tumis bawang merah dan bawang putih.
  2. Jika bawang sudah berubah warna kecoklatan atau beraroma harum, tuang tirisan kembang kol yang telah di cuci. Aduk-aduk tumisan kembang kol, gak usah terlalu lama, tambahkan air. Airnya 1/2 gelas aja.
  3. Step terakhir, tuangkan saus tiram (saya pakai saori saus tiram, rasanya udah lumayan asin dan gurih jadi gak tambah bumbu lain lagi), tunggu beberapa saat jika dirasa kematangannya cukup, masakan siap diangkat dan disajikan.
Itu dia resep tumis Kembang Kol Sederhana ala anandadepe. Mau dicoba silahkan, sebagai perbandingan/referensipun boleh.

Sedikit info sayur ini bahasa inggrisnya cauliflower,  banyak manfaatnya untuk membersihkan tubuh juga sebagai bahan makanan diet rendah kalori. Aku kalau beli di dekat rumah itu sekilo 15rb, tempat kamu berapa?


This entry was posted in

Senin, 11 Januari 2021

Postingan Pertama Tahun 2021 Flashback dan Harapan

Haloo^^ selamat tahun baru, semoga selalu sehat dan diberi kelancaran kemudahan tahun ini. Amiin yra. Aku baru update lagi hhehee. Aku suka nulis tapi kadang malas lol. Jadi hari ini aku cuma mau corat-coret apa adanya. Whatever in my mind.

Di mulai dengan flashback 2020. Seorang rekan kerja pernah bilang, "Nanda itu kejadian bulan lalu saja tidak naingat, apalagi memory 1 tahun lalu tidak bisami naingat". Yah ini gak salah juga sih akutuh agak pelupa orangnya. Karena ini juga aku suka nyimpan file atau foto di cloud. Di 2020 aku paling ingat 3 hal yang mengobrak abrik perasaanku.

1. Aku mulai bercocok tanam (cieh bercocok tanam). Waktu itu aku lagi ada di fase sangat-sangat galau dan kulampiaskan dengan merawat tanaman. Aku galau karena butuh uang saat itu, tapi yang kulakukan malah membeli bahan-bahan bercocok tanam. Syukurlah aku merasa tenang dengan tiap hari memandangi dan merawat tanaman-tanamanku. Itu sebelum nikah. Sekarang pun aku masih memelihara tanaman (kali ini bunga) gak sebanyak dulu karena keterbatasan tempat, tapi masih menyenangkan. 

 2. Pengumuman  CPNS 2019. Ini tes CPNS pertamaku menggunakan ijasah S1. Aku optimis. Meskipun tidak maksimal, aku belajar. Aku mempersiapkan diri, bukan hanya sekedar berharap untung-untungan. Tapi mungkin ada yang berusaha dan mempersiapkan diri lebih keras daripadaku. Aku gugur perengkingan. Kecewa pastinya. But life must go on. Dan aku akan mencoba lagi di tahun 2021 ini jika berkesempatan.

3. I'm Finally Married. Aku nikah di awal juni 2020. Saat isu covid masih begitu panas. Ini mengejutkan sih, terlebih lagi aku pernah punya pikiran tentang sebuah skenario perpisahan dengan do'i. Sebelum nikah aku pernah berpikir sebenarnya dia udah gak sesuka itu sama aku. Rasanya hubungan kami berjalan atas dasar kebiasaan dan keterlanjuran. Tau kan semacam "kita udah jalan bertahun-tahun dan gak ada masalah, gak usah diganggu-ganggu", "aduh udah terlanjur lama bersama, kayaknya kalau mau pisah bakalan susah juga, terusin ajalah". Demi apa hubungan harus berjalan seperti itu? Aku percaya setiap warga negara berhak dan bebas memiliki kebahagiaannya masing-masing.

Waktu itu aku hampa dan kesepian. All i wanted just dance, flower and chocolate maybe? Aku ingin perasaan bunga-bunga itu. I told him, but he can't get it. Dia fokus pada usahanya. Dan muncullah skenario itu. Karena ia tetap fokus pada usahanya, aku berpikir masih akan menemaninya berjuang, kemudian jika ia telah sukses aku bisa meninggalkannya dengan tenang. Hanya menunggu waktu... Untung saja do'i melamar tepat waktu, kalau lebih lama lagi entahlah akan seperti apa hubungan kami tahun ini. Hatiku yang pasrah bersiap untuk hal lain, ternyata mendapat kejutan yang membahagiakan.

*** 

Happy New Year 2021

Flashback 2020 udah, jadi sekarang Harapan di 2021 kan? Harapannya gak banyak sih, semoga selalu diberi kemudahan dan kehidupan keluarga kami semakin baik terus cepat punya bebi, semoga bapak ibu dan mertuaku selalu sehat, semoga adik-adikku bisa menjadi manusia yang berguna. Amin.

Target 2021? 

  • Tinggal di Rumah Sendiri
  • Lanjut Pendidikan
  • Upgrade Penghasilan

Bismillahirrahmanirrahim.