Selasa, 26 Mei 2020

-9d to Wedding

Hari ini aku menerima transferan uang panaik sesuai yang disepakati waktu itu. Tak kurang dan tak lebih. Nanti aku gak banyak bahas biaya karena yang handel hampir semua uang panaik adalah ibu. Aku gak ngeluarin lagi dana karena biaya2 selanjutnya akan dibebankan pada laki-laki sesuai kesepakatan.

Sembilan hari menuju Hari H,, agenda hari ini sederhana, kita foto studio sekaligus mencari cincin nikah. Gemas banget kan blog. Kita foto couple sekalian buat pas foto nikah. Lokasinya di FX Studio, Jl. Mannuruki. Ini rekomendasi ulasan dari google map. Kita datang jam 12 lewat dan syukurlah gak ada orang jadi gak perlu antri.

Pelayanan super friendly,, ramah banget ga nyesal. Tarif foto couple 150rb,, kurang lebih 13x kutipan foto (masing2 kutipan diambil 2x). Terus cetakannya ada 6 lembar (2 lembar 10R, 2 lembar 6R, 2 Lembar 4R).
Untuk harga pas foto nikah terpisah, harganya 35rb perorang 8 lembar. Karena kita minta pas foto agak banyak (15 lembar), kenanya 50rb perorang. Jadi total biaya foto 250rb.
Berhubung aku merasa disini tempatnya bagus, sekalianlah kami nanyain biaya buat fotografer acara. Yah harganya lumayan murah,, 500rb buat foto even 2-3 jam akad nikah. Kalau dengan video tambah 500rb.
Kalau mau cetak 1 album harganya ada yang sejuta pakai box/peti cantik, Kalau 2 album harganya 1,5juta udah pakai box/peti cantik juga. Contoh yang aku liat tadi itu 2 album + video harganya 2,5juta full prosesi mulai lamaran sampai nikah. Cantik banget tau gak. Tapi budget dan acaraku ga sesuai. Jadi mungkin aku ambil paket foto aja, ga usah ada video atau album, nanti cetak sendiri hhehee.

Next,, mencari cincin nikah. Gais,, emang harus pastikan kamu bersama pasangan yang mencarinya sendiri. Soalnya ada banyak banget ukuran. Salah dikit ya kelonggaran atau kesempitan. Aku sama do'i cari cincin di daerah Somba Opu dekat kopi ujung.
Setelah sedikit jalan, di toko ketiga akhirnya kami mentok sama sepasang cincin disana. Sebenarnya do'i mau emas putih,, tapi karena beberapa pertimbangan kami memutuskan pakai yang sama saja. Di belilah sepasang cincin emas kuning 2,4 gram dengan harga 1,8jt setelah melalui tawar menawar yang panjang.
Do'i gak bisa beliin yang lebih mahal lagi takut biaya lain-lain untuk ke depannya tidak tercover. Masing-masing kamipun memegang satu cincin, saat akad kami akan bertukar.

Pulangnya sekitar jam 3 lewat kita makan dulu kemudian singgah di toko agung membeli beberapa perlengkapan kantor. Terus kembali ke studio foto buat ambil cetakan pas foto dan pulang ke ruko. Do'i siap-siap ke Sinjai urus beberapa dokumen pernikahan.
Aku? Memikirkan kerjaan besok. Hhahahaa. Kapan ambil cuti kantor ya 😁

Sabtu, 23 Mei 2020

Menikah Kilat Persiapan Kurang dari 2 Minggu? Pasti Bisa!

Menikah adalah hal yang didamba-dambakan para jomblowan dan jomblowati serta pasangan-pasangan ilegal (red:berpacaran). Dengan menikah, ke-uwu-an yang tadinya terlihat alay akan berubah romantis. Orang-orangpun akan berhenti memberikan pertanyaan level berat sekelas kapan wisuda dan kapan menikah yang kamu sendiri bahkan tak tahu jawabnya karena jawabnya ada di ujung langit.

Aku sendiri sejak usia 25 tahun sudah berpikir untuk menikah, membuat target paling lambat 27 tahun di bulan agustus sudah berumah tangga sendiri. Tapi berpikir saja tidak cukup jika tak ada kemauan. Beberapa kali do'i menyinggung tentang pernikahan, hanya saja kupikir waktu itu aku masih terikat dengan hal-hal dan belum siap untuk urusan seperti itu.
Hingga suatu hari di akhir maret kemarin, aku merasakan kekosongan. Tak ada tujuan dan ambisi. Mulai malas-malasan. Seringkali galau. Sepertinya kurang refreshing, tapi gak bisa refreshing juga, musim covid gitu...

Kemudian seminggu yang lalu 16 mei, do'i tetiba membahasnya (pernikahan) denganku. Niatnya kusampaikan kepada keluargaku. Tak berlama-lama, tanggal 19 Mei iapun kuundang ke rumah dengan dalih buka puasa bersama untuk mendapatkan kisi-kisi, dan tanggal 22 Mei keluarganya datang secara resmi ke rumah. Ditetapkanlah nominal panaik, mahar, dan lain-lain hingga tanggal akad nikah yang direncanakan 5 Juni 2020 mendatang.


Alhamdulilah hingga saat ini jalan kita semulus itu saja... Kupikir akan ada kerempongan yang haqiqi karena adat pernikahan Bugis Makassar ya tau sendirilah... Kadang memberatkan. Do'i dalam kondisi belum mapan loh saat ini. Uang ada, tapi uang panaik yang ia kumpulkan belum memenuhi ekspektasi orang tua dan keluargaku, disinilah peranku menjadi penting. Sejak ia menyampaikan maksudnya, aku tak henti membujuk Ibu Bapak untuk mempermudah jalannya. Aku sampai mengalami drama anak - orang tua yang lebai, hingga dipimpong-pimpong kayak mengurus administrasi skripsi. Syukurlah berakhir baik.
Jadi gaes kalian yang berniat meminang gadis suku Bugis Makassar jangan pesimis,, banyak kok dari kita berpikir gak perlu uang panaik yang tinggi, yang penting nilainya gak memalukan aja. Yang masuk akal lah jadi bisa di toleransi gitu... Ahhahaa yah sampai seterbuka ini ceritanya.

Hal selanjutnya yang kulakukan adalah membuat ceklis sekaligus 
timeline 13 hari persiapan pernikahan. Disamping itu aku mencari-cari info mengenai proses akad nikah di situasi covid ini. Dan ternyata saat menghubungi Pak Imam, akad nikah bisa dilakukan, tapi resepsi tidak boleh. Tak boleh ada genderang maupun sesuatu yang bisa memancing keramaian. Duh bingung akutuh jadinya.
Dikonfirmasi kembali ke babinsa Taeng. Jawabnya sama, gak bisa sekali. 

Aku memikirkan kembali rencana pernikahanku. Apakah aku akad saja dahulu, pernikahannya nanti saat suasana cukup kondusif, atau tetap melanjutkan seperti rencana awal, resepsi kecil dengan undangan keluarga dan tetangga terdekat. Aku akan memikirkannya setelah lebaran nanti~