Rabu, 24 Mei 2017

24 Mei 2017

Gara-gara makanan pete kemarin. Dehh doyanka blog. Ini bau napas khas banget. 
Ingusan juga belum berhenti. Nunduk dikit, serasa ada yang mau terjun bebas. Ndak enak blog. Apapun, yang penting gak sakit deh, soalnya sakit sangat mengganggu..

Hari ini sudah benar2 kosong. I haven't planned anything yet selain fokus di marketplace. Pertama sih mau main sims sepuasnya. Itu aja. Kepikiran mau kumpulin receh juga, tapi cari uang itu benar-benar sulit deh. Gak cuma sulit sih, ada menyenangkannya juga hhahahhaa. Kenapa ya kemarin nolak tawaran dari kantor Kak Utti, padahal lumayan bingit gajinya. Ohh... Ada syarat ga poleh hijab. Aku sih fine2 aja tapi ada yang ga bakalan setuju. Ah sudahlah. Duittt pagi2 begini kau sudah kupikirkan.

Hitungan jari dan Ramadhan tiba. Sebenarnya aku ada niat untuk mulai hijab syari, tapi mi kuah di Tamanyeleng enak banget. Duhh laparka blog. Sori kemana-mana. Jadi yah mau syari aja. Nanti deh diliat kemajuannya.

Hari2 terakhir sibuk urusan keluarga. Titik.

Minggu, 21 Mei 2017

21 Mei 2017

Bukankah aneh angka bisa mengubah perasaanmu seketika. Seperti baby Fajri yang kalau nangis dikasih uang 2rb ga mau berhenti tapi dikasih 5rb langsung berhenti. Atau ketika melihat timbangan tiga minggu lalu dan timbangan minggu ini sudah berbeda. Rasanya luar biasa sekali blog, hhahahahaa. Masa tadi ke dokter praktek nebeng timbang berat badan, jarumnya jatuh di 59kg. Gak lebih lagi. Awalnya sih tertegun lama kira salah liat, sepuluh detik kemudian baru yakin kalau ternyata nggak salah lagi. itu 59 loh. Kok rasanya aneh blog...
Kan selama ini adanya di 63, tiba2 di 59 tapi nafsu makan masih bagus2nya kan aneh. Pasti timbangannya rusak. Terserahlah. Setidaknya aku sempat bahagia. Lol.

Agenda besok : Jadi ojek lagi, ke capil, ke bpjs, ke mana-mana dan lain2. Aku tuh ya, gak mau digini'in. Whyyy..............................

Oia, hari ini ada berita duka. Dari seorang guru. Beliau adalah orang tua pertamaku di lembaga pendidikan. Guru yang kusegani dan sangat kuhormati. Ibu Nurung (biasanya kusebut Ibu Deng Nurung). Walaupun kita semua tau betapa sulit awalnya untuk mengajari seorang anak, beliau dengan sabar memberi kami ilmu. Mulai dari ibu, kakak, aku dan adik2ku. Semoga ibadahnya selama ini membawanya ke tempat terbaik disisiNya. Amin.

Sabtu, 20 Mei 2017

20 Mei 2017

Sibuknyami dia, diabaikannyami aku.

Besok harinya. Aku tak berniat ikut karena aku pasti akan jadi nomor kesekian. Tentu saja, ada saat-saat tertentu dimana kamu bukan prioritasnya.

Ini memang gampang2 susah, tapi tidak ada hal yang sia2, semangatlah Kasih. Ada perbedaan besar antara belum dan tidak. Aku bicara apa sih? Entahlah.

Hhemmm hemmmhemhemmmm. Akk tenggorokan dan hidungku. Sangngo2 sisa flu belum hilang. Untung tulisan adalah hal visual, andai saja ini audio, hemhaca hasti hudah hendengharkhu hhanghngo-hhanghngo hhituu. Ini lagi pasti nabayangkanmi ngomong sangngoka tadi lol.

Sebenarnya karena ini liburan lagi, aku bisa fulltime online dan semaksimal mungkin menciptakan 200k sehari. Aduduhhh... Laparta gang. Keronconganka. Jam segini poeng. Bertahan dulu ya, sabar cantikk. Swan Projek.


Rabu, 17 Mei 2017

17 Mei 2017

Satu lagi deadline tugas jam 12 malam ini tapi aku masih duduk dan menghayal-hayal. Anak mudaaaaa... Sadarlah kamu sudah tua jangan suka menunda-nunda lagi. Pokoknya semester depan adalah kali terakhir kamu bayar spp.

Rongga hidungku sakit blog... Mungkin gejala flu atau batuk. Mau rindu tapi gak rindu. Tapi mengingat-ingat malah bikin senyum-senyum sendiri. Hhehee

Ahh ada hal melegakan yang kulakukan baru-baru ini. Tadaaa... I have cut my nail. Pakai Gilette. Man should familiar dengan itu (gilette). Wahhaa kuku panjang itu sudah hilang. Sebenarnya aku suka kukuku panjang, keliatannya lentik dan imut-imut gitu, tapi masalahnya ya itu, gak bisa dirawat, sering dakian dan patah. Pekerjaan rumah juga gak mengijinkan. Im trying my best tapi tetap saja tidak berhasil karena tak sesuai dengan gaya hidupku.

Oiya,, Setelah final mauka jalankan Swan Project ku. Let see bagaimana jadinya blog. Hhuahahahhaaa... Jam 9 mi, oke off bye blog.

Selasa, 16 Mei 2017

16 Mei 2017

Hari ini Kasih ke Sinjai dan Lisa ikut sbmptn. Aku libur, jadi hariku adalah untuk mereka. Tak banyak sih yang bisa kuceritakan.

Juga ada planning upload 200 produk busana muslim liburan nanti, supaya halaman pertama sampai halaman ketiga market cuma berisi produkku hhahahahahaa.

Tadi pagi tiba2 flu berat. But i feel better now. Mungkin karena kemarin setengah harian duduk melantai.

Kok kayak ndak banyak gitu bahan kata2ku. lol. oke see you later.
===

Ahh ada yang baru. Finally tanggung jawab mengurus kelas selesai. Bersama anak2 14 itu done. Sebenarnya mereka ramah sih, ada karakter2 yang tak asing kutemui. Gadis cantik yang pintar dengan segala kelebihan tapi sangat kompetitif. Ndak mau dikalah, so, pelit bagi2 contekan. Ada juga yang pintar but prefer duduk di sudut mendengarkan karena cukup pemalu. Ada juga tipe si senior yang selalu bertanya demi mendapatkan nilai tambahan. Lalu peran-peran lainnya yang ikut memeriahkan kelas. I'll not miss you guys. Aku akan hidup tenang seterusnya tanpa rasa bersalah seperti tempo hari. Kegagalan seminar di BI. 

Minggu, 14 Mei 2017

Minggu ke 16 yang ke sepuluh

Minggu depan final lagi dan semoga jadi final terakhir buat mahasiswa dua digit/tua/legenda/abadi/dongeng/mitos/sejarah ini. Saat gomes oliv dolpink sudah mengenakan toganya, aku masih mengenakan kemeja/blouse dan jeans berlalu lalang di kampus. Untung saja salcis masih menemani, yahh itupun ia juga sudah mau akhir. Menyenangkan diri saja, selama tak ada pertanyaan kapan selesai, kapan wisuda, sudah semester berapa, aku tak masalah. Cuek saja seperti selama ini. Dalam hati sih pahit blog. Itulah kenapa aku selalu menghindari pembahasan mengenai akademik.

Oh, baru kemarin rasanya aku begitu marah dan kecewa ya? Hhee. Jadi apa yang terjadi kemarin adalah sesuatu yang berlebihan (olehku). Karena Kasih kita tak menganggapnya sesuatu yang besar sementara aku menganggap itu sebagai masalah yang sangat besar. Bagiku itu lampu merah, skala prioritas 8 dari 10. Inilah kenapa aku pernah berpikir yang tidak-tidak (p*t*s) sebelumnya. Karena Kasih adalah orang yang tidak peka. Dia seperti robot. Wahh kurasa aku bangga dengan diriku karena telah sejauh ini mencoba memahaminya. Dan aku lebih bangga lagi karena ia juga telah mencoba memahamiku selama ini.

Mari bicara tentangku, seperti bintang-bintang, kurasa yang kupikirkan jadi sangat banyak. Aku tak bisa mengatakan apa itu, tapi rasanya kepalaku berat dan padat. Kayak pakai helem yang terbuat dari batu gitu. Ahh,, mungkin ini soal sakit kepala yang muncul sejak tiga hari lalu dan tak hilang-hilang.
Okey bye blog.

Jumat, 12 Mei 2017

Don't touch me, don't talk to me, don't come to me, do not even breath!!!

Menyebalkaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GGGGrrrrHHHHHHHHHHhhhh!!! ballisik ballisikk ballisikkkkkk!!!!!! Ini hari paling menyebalkan sedunia. This man, he is really annoyed my mood. 

Hari ini libur blog, tanggal merah. Aku bangun pagi2 buta, beraktivitas, dan bersiap menjemput Jiji di bandara. Sayangnya plan menjemput menggunakan kendaraan roda empat harus berakhir menjadi roda dua by me. It is okay, aku tak mengeluh banyak dan langsung pergi. Di perahu, aku online dan melihat statusku dikomentari oleh orang istimewa ini. I think he is jealous dan tak tahu kenapa hal itu membuatku senang. Aku tersenyum-senyum sepanjang perjalanan ke bandara. Hariku terasa sangat indah. Ditambah lagi langit yang bersahabat seolah mendukung dengan tidak membiarkan matahari muncul hingga aku tiba di tujuan. Sangat sempurna!
Jiji sampai dan ternyata bawaannya bukan ukuran roda dua. Tapi kupikir daripada harus bayar taksi, mending duitnya buatku saja hhee. Dipaksalah semua barang2 itu. Kekasihku Jhonny harus bertahan selama sejam dengan semua beban itu. Pukpuk, kan kemarin sudah diservis gapapa ya sayangg... Besok kita mandi yang bersih. And... we arrive at home dengan selamat jam 13.00 setelah lunch mi titi di dekat kampus.

Kelelahan dan kekenyangan adalah apa yang kurasakan. Hal terbaik yang bisa kulakukan selanjutnya adalah tidur. Aku tidur tapi tak tidur. Jadi sejam berbaring tanpa tidur itu, kuputuskan bangun dan bemain dengan anak-anak.

Magrib tiba, as the plan, kita pergi ke "pengajian". Aku excited blog, tak mencoba menolak dan pergi sesuai rencana. Walaupun sejak awal aku memang sudah sedikit merasa aneh karena tak pernah dijelaskan detailnya. Kupikir ini pengajian biasa, dan memang ini pengajian biasa dengan seorang ustad yang menyampaikan dakwah, dalil, diskusi dan tanya jawab seputar Islam, apalagi menjelang Ramadhan. Ini adalah hal yang berarti dan bagus.
Hanya saja... kupikir ia salah membawaku. Karena disana adalah orang-orang dari komunitas tertentu atau setidaknya mereka saling mengenal. Aku merasa seperti outsider, mahluk asing diantara semua wanita2 itu. Sedih rasanya blog, saat kamu tiba disuatu tempat dan tak ada yang menyambut. Aku tak berharap disambut, tapi tak mungkin juga kan tiba-tiba mengakrabkan diri sok kenal... Semua seolah menatapku aneh. Belum lagi masalah penampilan, bayangkan anak kecil saja disana pakai jilbab syar'i. Semuanya syar'i beberapa dengan cadar. Aku? Pakai jilbab seadanya, datang juga sama pacar. Sangat bersyukur karena jeans ngepres tadi tak jadi kugunakan. Benaran, rasanya kayak orang paling berdosa. Aku seperti berada di tempat yang salah. Dan aku tau ini akan menjadi malam yang panjang. Merasa sendirian dan asing. Perasaan gelisah itu tak jua hilang hingga sesi dakwah berakhir. Kuputuskan menghubungi pria itu (yah aku sedang marah tak ingin menyebut namanya) dan meminta pulang saat itu juga. BERKALI-KALI. Guess what? He doesn't care. Dia tak peduli. Dia tak memperdulikan permintaan berkali2ku. Permintaan dari perempuan yang katanya sangat ia sayangi.
Jujur kecewa blog. Ini bukanlah permintaan seperti "bawakan aku bulan", ini cuma semacam "tolong tenangkan aku dan buat aku nyaman". Dia tidak peduli. Dia tak mau tahu bagaimana perasaan perempuan ini. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika sikap tak mau tahunya itu akan berlanjut sampai di jenjang pernikahan. Just stay away, dont touch me, dont talk to me, dont come to me, do not even breath!!! Aku tak ingin bicara denganmu seminggu ke depan.