Selasa, 20 Januari 2026

Januari J-nya Apa?

Halo blog, kukira gak bakalan sempat buka blog hari ini karena tadi laptopku error. Ternyata membaik sendiri. Hari ini kulalui dengan biasa meskipun ini ulang tahunku. Semakin bertambah usia semakin berkejar-kejaran rasanya dengan 

====

Hoh, laptopku cuma membaik sebentar hari itu, bluescreen lagi kemudian blackscreen, begitu terus. Jadi berhubung sekarang ada waktu dan kesempatan, akan kulanjutkan.

Partner selama di Palu

~ Semakin bertambah usia semakin berkejar-kejaran rasanya dengan life goals. Life goalsku sangat muluk, 2022 lalu kutentukan itu sehari sebelum ulang tahunku dan sekarang sudah tahun keempat saja. Tersisa satu tahun lagi untuk evaluasi lima tahunan, sementara itu masih ada banyak yang belum terealisasi. Padahal thats simpel, 1+1 sama dengan 2, 11x11 121, 12x12 144, 8x8 6, 6x4... Apaan itu barusan? wkwk. Intinya sih akan kumaksimalkan setahun ini supaya progres lima tahunan bisa memperlihatkan hasil yang cukup memuaskan. Aku yakin bisa blog. Karena Indonesia ibukotanya Jakarta, Jawa Barat ibukotanya Bandung, Gubernur Jawa Barat KDM Bapak Aing... Krik... Krik... Duh, kalimatnya si Roby ini terngiang-ngiang di kepalaku dan rasanya tak puas jika tidak masuk dalam postinganku. Akhirnya aku merasa lega blog, yah walaupun tulisannya jadi kemana-mana.

Lalu Januari J-nya apa? 

Jadi manusia yang selalu bersyukur, selalu belajar dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Selamat tahun baru 2026 ^_^

Rabu, 17 Desember 2025

OTW 2026

22 November. Waaww.... Ternyata sudah menuju akhir 2025. What a miss, sayang sekali aku gak banyak menulis di blog tahun ini. Rasa-rasanya ada quotes yang menarik dan ingin kumasukkan di postingan kali ini tapi aku lupa apa itu. Kalau ingat nanti ku spill.

Sekarang weekend, hari yang paling kusukai. Hari ini kegiatanku mencabut rumput, bersih-bersih, memasak, main game, tidur siang, nonton drama, bikin kue, dengar musik, buka blog, dan rencananya mau sedikit olahraga main bulu tangkis sebentar. Seperti ini sudah bahagia sekali.

Yang paling kutunggu-tunggu 

===================

Yey ke skip lagi curhatanku bulan lalu yang tak selesai. Sibuk banget aku blog, mau nulis tapi juga lagi asik ngedrakor. Sekarang aku lagi nonton dramanya kim go eun, judulnya the price of confession kalau gak salah. Wah gila, mata melirik ke hape dan laptop berganti-gantian. Inilah kenapa perempuan itu disebut multitask.

Jadi yang terjadi beberapa bulan terakhir begitu cepat, aku sudah mulai lupa. Kesibukanku sebatas kantor dan rumah. Arrggghhh. Nonto dulu deh, nanti lanjutnya blog. setelah 16 episode ini selesai. bye.. 

~

Ternyata semalam aku tumbang duluan. Di episode 3 mataku tak bisa dilawan. Sepertinya ini kelelahan akibat lembur sampai jam 9 lewat malam tadi. Baru juga pulang pelatihan bela negara kerjaan menunggu.

===================

Nah, sekarang 11.32 pm 14 Desember 2025. Kalau ini gak diposting paling lambat besok 15 Desember udah gak tau lagi deh mungkin akan ada garis selanjutnya atau akan kumulai sesi menulis baru. 

Ahemm, awal bulan desember ini adalah saat yang membahagiakan karena akhirnya bisa pulang kampung hiks. Bisa liat rumahku lagi, bisa merasakan ranjangku lagi dan yang paling penting bisa ketemu paksu dan keluarga. Tapi senang-senangnya terlalu singkat karena jadwal bela negara lebih banyak dibanding curi-curi waktuku di kampung halaman. Tau-tau aku sudah di Palu lagi :( 

Jadi pengalaman bela negara tahun 2025 ini cukup berkesan karena lokasinya di Secata Rindam Malino. Bisa sekalian pulang kampung melepas rindu. Enam bulan loh baru akhirnya bisa kembali ke rumah lagi. Sebelum bela negara, senior pns kami sudah memberikan wejangan terkait hal-hal penting disana nanti. Yang paling ditekankan adalah jika sakit jangan ditahan-tahan atau disembunyikan. Sampaikan pada panitia/pelatih. Sisanya adalah tips dan trik terkait keseharian disana, misalnya bawa marker untuk menandai barang kita (baju, sepatu, dll) yang bisa tertukar dengan punya teman, bawa pakaian sekali pakai supaya tak repot di cuci dll, obat-obatan wajib dan latih fisik. Selain itu harusnya mereka bilang kalau dokumentasi itu sangat penting :'). Aku yang begitu cuek saat photografer mondar-mandir akhirnya agak menyesal juga karena gak minta taken foto. Kirain itu cuma untuk dokumentasi kegiatan mereka saja. Ternyata bisa dijadikan koleksi pribadi.

Aaaa. Disana Taeng.

Dijemput dan antar-antar dulu sama doi~ 

Ketemu Nyonya M, dikasih hadiah, selfie super filter

Selama kegiatan alhamdulilah gak ada hal-hal yang begitu berat. Kita dilatih PBB, bela diri taktis, mountainering, basic survival, ada materi juga dan lain sebagainya. Jadi teringat masa-masa berpramuka dulu, rasanya hampir mirip seperti itulah. Yang paling berkesan untukku pas caraka malam, waktu itu ada misi harus mengingat dan menyampaikan informasi ke pos terakhir. Informasi yang berusaha kuhapalkan sepanjang jalan dan ketika disampaikan ternyata salah imbuhan di satu kata. Pelajarannya salah satu katapun dari informasi yang kita terima dan sampaikan kepada orang bisa berakibat fatal, karena itu kita harus belajar bertanggung jawab dan teliti terhadap apa yang disampaikan. Ini benar sekali. Pentingnya informasi yang tepat. Kurang lebih itulah hal paling pertama yang kuperhatikan semenjak mulai kerja. Apa dasar dari setiap hal yang kukatakan dan sampaikan, makanya di postinganku sebelum-sebelumnya ada kata regulasi. Itu salah satu pegangan dari setiap tindakan pns selain budaya dan etika nya. Semoga kata-kata yang kutulis barusan sudah benar, yah pokoknya begitulah.

Untuk fasilitas selama bela negara gak terlalu masalah karena aku pribadi selalu bisa menyesuaikan diri dengan sarana prasarana yang ada. Tempat tidur keras maupun lembek aman saja aku bisa tidur dimanapun selama badan telentang, air keruh atau tidak mengalir gas sajalah cuma lima hari kok, berdingin-dingin di Malino it's okay selama alergiku tidak kambuh, makanan itu-itu saja aku juga gak masalah karena bukan tipe yang pilih-pilih, pelatih yang tegas tidak begitu menyeramkan. Satu-satunya keluhanku cuma nyeri di lutut, itupun ada kebijakan untuk yang sakit bisa istirahat menyemangati atau istirahat di klinik. Pokoknya bersyukur sekalilah tidak ada yang begitu sulit selama tugas ini. Fyi sakit-sakit yang ditemukan bermunculan selama bela negara adalah demam, meriang, sakit perut, diare, sembelit, salah urat, sakit gigi, keseleo. Sejauh ini sejauh itu yang kutau. Ini macam penyakit si gen milenial, padahal rata-rata peserta adalah gen z.

Oh ya ada juga cerita-cerita mistis yang beredar, tapi aku baru tau pas udah ada di Palu. Beberapa teman katanya merasakan hawa yang tidak enak serta mendengar dan merasa melihat hal-hal aneh. Pengalaman bela negara tanpa disertai hal berbau mistis sepertinya memang kurang seru. Aku sendiri gimana? Manusia yang gak peka ini? Hhoh, jiwaku hanya sibuk menghitung hari kapan berakhirnya kegiatan agar bisa sesegera mungkin pulang ke Makassar.

Kegiatan selesai, berat badanku nambah 2 kilo. Ya gimana dong, makanannya porsi kuli dan selalu kuhabiskan takut membuat teman-teman repot jika makananku tak habis. Padahal faktanya gak habis juga gapapa, gak ada aturan kalau teman lain harus menghabiskannya, kita cuma ditakut-takuti saja diruang makan. Eh balik dari kegiatan bela negara ini, kurasa tubuhku jadi ter-reset. Baik kesehatan maupun kebiasaan. Sekarang aku selalu terbangun jam 3 subuh efek kebiasaan takut antrian mandi kepanjangan. Semoga bisa dipertahankan ya meskipun tidak antri lagi mandinya.

Kompi B Pleton 3

BP2JK

Upacara Penutupan

=================

Kannn... Kemarin belum dipost karena belum import foto. Nambah lagi garisnya. Jeda dulu nulisnya. Pulang kerja tadi singgah di pasar beli lauk dan sayur semoga cukup untuk 2 minggu. Eh harusnya kalimatnya semoga dimasak deh. Kadang sayur yang kusimpan di kulkas berakhir tak diapa-apakan, layu dan dibuang. Kadang pas pulang kerja udah malas masak malah beli makan di luar. Dah gitu aja. Sekian bye.

Lauk doang, sayurnya tidak sempat di foto~

Kamis, 16 Oktober 2025

Akhirnya Jalan Jalan Ke Luar Kota di 2025

Hai... Hari ini sangat memuaskan blog karena weekend, dan energiku terkumpul berkat seharian tinggal di rumah. Me time minggu lalu berkurang karena banyak acara keluarga, sabtu ke rumah Kak Alam dan Minggu ke Rumah Kak Hj. Hasma. Mana Kota Palu lagi panas-panasnya T.T,, oia aku kesana dalam rangka perpisahan alhamdulilah ada ponakan satu kali paksu yang lulus penerimaan IPDN. Rasanya terharu sekali blog, aku loh melihat sendiri perjuangan dan semangat anak ini. Dia melepaskan jurusan Ilmu Gizi yang sudah ada ditangan dan terus belajar dengan target lulus. Ternyata usaha tak menghianati hasil.

Ah... Aku rindu swamikuuu... Aku juga rindu hari-hari kosong yang kuhabiskan menemaninya berkeliling-keliling mengirim pesanan, menjemput barang, menagih, atau sekedar mencuci mobil/motor. Biasanya muara dari setiap kegiatan itu adalah jajan/makan di luar. Aku juga jajan disini, tapi ditemani apalagi dijajani paksu rasanya lebih enak dong hhahaa.

Hari-hari kerja harus terfokus-fokus karena begitu banyak regulasi yang mesti kupelajari dan pahami. Padahal membaca bukanlah hobiku dan mengingat adalah kelemahanku. Kalau diandaikan jaringan nih, teman-temanku sudah 5G sementara aku masih 4G maybe? Effortku harus lebih besar blog. Gapapa-gapapa, ini adalah proses, lagipula sepadan dengan apa yang akan kuterima. 

Aktivitas dirumah biasanya aku main bulu tangkis dengan Seli 2-4x seminggu tiap jam 8 malam di depan rumah. Mungkin akan kucoba tambah dengan jogging 1-2x seminggu. Rencananya juga mau rutin minum air kelapa muda juga. Jangan salah ya Blog, meskipun yang kubahas disini tentang olahraga, anehnya berat badanku tidak ada penurunan. Aku curiga ini karena rekan kerja kiri kanan di meja baruku yang selalu menawarkan berbagai cemilan setiap pagi dan sore. Pukis, bubur ketan, ubi jalar, jagung rebus, biskuit, pokoknya mereka selalu menawarkan semua kebahagiaan itu. Bagaimana bisa aku menolak?

Kira-kira apalagi yang ingin kutulis... Aku belum menguasai wilayah Palu karena jarang jalan-jalan. Bayangkan siang hari begitu terik, sementara malam hari takut sakit, dibegal dll kalau keluar. Serba salah sih... Emang paling enak dirumah saja tidur. Aku gak terlalu tertarik dengan kuliner sini karena bagiku konro bakar, sop saudara, sop kepala ikan, ikan bakar sudah yang paling enak.

=====#=========

Ini harusnya diposting sekitar 3 atau 4 minggu yang lalu karena sudah beberapa weekend berlalu. Tapi akan kulanjutkan lagi daripada hanya menjadi draft yakann. Sempet bingung mau ngasih judul apa, jalan-jalan keluar kota di 2025? bukannya Palu juga luar kota? dahlah~

Nah, jadi ceritanya hari rabu minggu lalu aku menerima surat tugas pertamaku di Surabaya. Berhubung Paksu ada di Palu dan mau langsung ke Jakarta juga di minggu itu, usullah aku berangkat Surabaya lebih cepat ditemani Paksu supaya kita bisa jalan-jalan dulu, kapan lagi kita bisa keluar kota bareng, nanti dia lanjut ke Jakarta dari sana.

Jadi dong... Kita nginap di daerah Gubeng tanpa tahu apa-apa di Surabaya. Syukurnya daerah ini tuh pusat kota apa-apa dekat. Selama dengan Paksu aku naik perahu dan jalan-jalan di Taman Prestasi, shopping berkeliling di ITC sampe lutut nyeri, makan gultik, sate-satean, bebek, rawon, lontong tahu goreng yang ditaburi kecambah dan saus lupa namanya, gado-gado, nasi pecel dan lain-lain. Kita stay di 3 hotel berbeda, enak banget blog ini pertama kalinya aku tidur di kasur lagi dalam 5 bulan terakhir. Selama ini kutidur cuma beralaskan karpet malaysia yang tebalnya sekitar 2-3 cm yang kulipat dua supaya lebih empuk. Paksu sampai menegurku kenapa tidak beli tempat tidur. Nantilah ya. Kemudian di rabu subuh doi pun melanjutkan pengembaraannya ke Jakarta. Di kamis subuh aku juga pulang ke Palu.

Hotel terakhir di sby
dadah

Suka sekali dengan si cerminn, mau beli seperti ini juga :D
Capek banget karena terlambat dan bandara begitu luas capeknya lari-lari kecil ditempat seluas itu. Sampai Palu grasa grusu karena seminar aktualisasi tinggal menghitung jari alias minggu depan. Itulah sekelumit pengalamanku minggu ini. Diet dulu ah. Mulai besok tapi.
What a view

Sabtu, 23 Agustus 2025

A day in my life #2xx

Hampir saja aku ngambek karena si paksu tidak pernah video call sejak pulang di hari jumat lalu. Ternyata doi ke Sinjai mengantar mertuaku. Ya Allah semoga tetta sehat selalu supaya bisa diajak jalan-jalan lagi. Sayang sekali selama di Palu mertuaku belum sempat wisata mesjid. Padahal disini ada Mesjid dengan kubah terbesar di Sulawesi. Mertuaku ini hobbynya berjelajah ke berbagai mesjid. Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Jakarta, Padang, Mekah, Medinah, dan mungkin kota-kota lain yang tidak kutahu, Semua Mesjid Raya dan Istiqlalnya sudah beliau kunjungi. Belum lagi mesjid-mesjid kecil. Pokoknya kita bisa lihat binar matanya kalau bertamu ke rumah-rumah Allah.
Medinah

Mekkah

Minggu ini Seli datang ke Palu, proses pindah sekolahnya berjalan lancar karena Paksu bergerak cepat. Salah satu tujuannya kesini supaya bisa menemaniku dan fokus untuk belajar. Sebenarnya aku kasihan sama anak ini, saat kembarannya sibuk menorehkan prestasi, dia cuma bisa tinggal membantu orang tua. Padahal dia juga punya potensi. Mengingat masa remajaku yang tumbuh tanpa perhatian dan lagi susah-susahnya, aku ingin setidaknya saudara-saudaraku bisa mendapatkan yang lebih baik dariku supaya mereka bisa fokus. Tidak setengah jalan. 
Alhamdulilah suamiku selalu mendukung keputusanku dan paling banyak kontribusinya wkwk. Aku benar-benar bersyukur karena Paksu ada sebagai sosok yang peduli, bisa kuandalkan dan selalu siap bersama-sama mewujudkan mimpi-mimpiku, dia juga paling mengerti dengan bebanku sebagai anak tertua. Padahal dia sendiri anak bungsu yang seharusnya cenderung manja dan egois. But he is not. 

####

Sori ini sebenarnya ingin kuposting 2 minggu lalu tapi belum selesai. Posting aja kali yah walopun belum selesai. supaya bisa lanjut postingan baru. gemes juga kalau liat draf di dasbor :v
 

 

Sabtu, 19 April 2025

Memory Jalan

Halow blog, Selamat Lebaran^^

Alhamdulilah puasa sudah, lebaran sudah, mudik sudah, acara di rumah sudah. Saatnya fokus dengan diri sendiri dan melepas rindu. 

Selamat lebaran^^

My little guest. Katanya baby ini mirip Pak Habibi dan Pak Prabowo wkwkw

Gak terasa sudah april blog, cuaca makassar nano-nano. Kadang panas sekali, kadang hujan. Kamisminggu lalu aku ke rumah sakit memeriksakan kaki. Kali ini di Rumah Sakit Syech Yusuf. Kenapa gak di Unismuh kembali? Karena jadwal kontrolku sudah habis di RS Unismuh dan aku ambil rujukan baru lagi untuk ortopedi cuma tersedia di Syech Yusuf hari itu.

Singkat cerita aku sampai di rumah sakit dan beruntungnya dokter yang menangani adalah dokter ortopedi yang sama, dr Erry Yusuf. Ketika kuingatkan kalau dia dokterku di rs sebelah dan memperlihatkan hasil ronsen terakhir baru doi merespon. 

"Ohh iya ini yang saya tidak sarankan operasi waktu itu karena tulangnya sudah tersambung, kalau harus dioperasi pasti yang nyambung ini mesti dipatahkan lagi dan bisa beresiko, sudah saya jelaskan kan? tidak mungkin tidak karena sayami dokter yang paling rajin menjelaskan ke pasien", responnya.

"Haha... iya dok makanya saya ikuti anjuranta pakai tongkat 3 bulan terakhir. Tapi dok masih ada keluhanku jalan belum normal sampai sekarang, kalau kukasih normal melurus sakitki makanya datangka lagi," balasku.

"Kemarin waktu patah posisi tersambungnya tidak pas. celah sendi itu maksimum 2mm. disini posisi ada yang berubah. Biasanya 3-4 tahun baru sakit sekali," jelas dokter sambil menggambarkan tulang lututku dengan visual sederhana pada secarik kertas. "Memory jalan juga mempengaruhi, karena sudah terbiasa jalan pincang akhirnya seperti itumi terus. Memory jalan itu dua minggu. kalau dua minggu jalan begitu ya begitumi terus. Jadi nanti usahakan jalan normal terus supaya tereset memory jalannya kembali," sambungnya.

"Oh begitukah dok? memory jalan? tapi bagaimana dengan rasa sakitnya ini dok kalau dicoba jalan normal?"

"Seharusnya tidak sakitmi karena sudah lama. Kita fotomi dulu nanti kalau sudah keluar hasilnya baru diputuskan penanganan selanjutnya," jawab dokter.

Keesokan harinya (jumat) hasil radiologiku keluar dan kubawa ke ruangan dokter. Tidak beberapa lama aku dipanggil masuk, seorang perawat atau asisten dokter menjelaskan, hasil fotonya sudah dilihat oleh dokter dan katanya sudah bagus. Sudah tidak perlu kontrol lagi. Aku diperbolehkan melepas tongkat dan latihan jalan normal. Untuk keluhan sakit itu normal karena otot kaku selama ini jarang digunakan. Yang penting terus latihan. Nanti sakitnya hilang sendiri. Kalau masih ada keluhan langsung datang ke ortopedi dalam tiga bulan. Tamat.

Progres pemulihan kakiku sepertinya sudah mencapai 80%. Semoga saja sebelum berangkat ke Palu kondisinya sudah pulih 100%. Amiin.

#####

Beberapa hari ini si Paksu selalu mengajak olahraga, jumat malam kemarin kami main badminton lalu minggunya joging ke CPI. Aku juga ikut olahraga dong. Badminton masih oke, tapi untuk olahraga lari aku angkat tangan. It hurt me a lot coy.

Tunas sport tempat badminton andalan

Jogging di CPI

#####

Duh banyak sekali hari terskip dan tulisan ini gak selesai-selesai. Pokoknya hari ini harus selesai. 

Validasi  lagi

Jadi, karena hasil kontrol rumah sakit yang hanya menyuruhku latihan jalan sementara sakitnya tak hilang dirasa belum memuaskan, Paksu pun membawaku ke klinik pisioterapi untuk mendengar pendapat ahli lainnya. Disana dokter cuma memberikan satu solusi. Operasi rekonstruksi untuk memperbaiki posisi tulang. Gaes betapa lemesnya aku dan paksu cuma bisa bertatapan. Disatu sisi ingin kuikuti solusi dokter itu karena merasa mulai lelah. Disisi lain aku cenderung menolak karena takut waktunya mepet dan ribetnya pengurusan berbagai hal. Kami pun pulang dengan membawa obat resep dokter. Dahlah, berusaha yakin saja dengan arahan terakhir dokter sebelumnya serta alternatif selama ini.

Sepertinya aku akan membeli alat olahraga untuk latihan memperkuat otot paha. Otot pahaku masih lembek, info dari dokter paha pasti menyusut karena aktifitas kebanyakan ditumpukan pada kaki sebelahnya. Semangatlah adp.

Rabu, 05 Maret 2025

5 Maret 2025

Masya Allah Tabarakallah. Akhir-akhir kemarin ada anak kecil yang membuatku senyum-senyum sendiri menonton videonya. Namanya Ara, anak ini viral karena pintar ngomong. Sudah diundang ke stasiun TV dan podcastnya Densu juga. Lucu sekali bocil bisa mengikuti pembicaraan orang dewasa >.<

***

Bulan lalu aku diuji sakit mata blog. Sepertinya aku harus lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Perkara sakit mata ini yang lucu karena bertiga dimulai Rindu, aku kemudian Lisa, kami semua sakit mata. Bayangkan ciwi-ciwi bermata bengkak dan merah, kalau bangun tidur mata seperti terlem susah dibuka karena air mata yang mengering dan bengkak yang mengambil alih :/ Dengar-dengar orang yang bergolongan darah sama lebih mudah tertular. Mungkin itu salah satu penyebabnya. Suamiku sampai menjaga jarak ketika tidur denganku, untung kasur kami ukuran superking. Alhamdulilah sekarang kondisiku sudah baik. Cuma perlu empat hari untuk sembuh. Aku rajin pakai obat tetes mata dan mengonsumsi obat. Konsumsi obat apa saja yang ada di rumah, kalau tidak salah amoxilin sih.

###

Beban kerja berkurang karena proyek nomor edar BPOM milik bos sudah keluar. Alhamdulilah. Sepertinya aku sudah bisa jadi konsultan perijinan kosmetik wkwkw. Untuk proses perijinan pengembangan proyek perumahanpun sudah diserahkan ke konsultan perijinan, biarlah soalnya kondisiku cukup terbatas untuk mengurus dan jalan-jalan. Akhirnya sesuai rencana, bulan maret slow working tinggal merapikan dokumen dan transfer ilmu ke Evita. Bulan April cuss ke Palu.

Foto hanya pemanis, dua bos yang sedang cukuran
***

Alhamdulilah sekarang ramadhan hari kelima, puasaku lancar. Sepertinya aku bisa full tiga puluh hari karena siklus haidku kembali zonk seperti dulu wkwk. Paksu sudah di tanah suci sejak pagi tadi, semoga ibadahnya mabrur dan doa-doanya dikabulkan, amin.  

Btw sudah subuh, sampai nanti lagi blog. Bye.

Minggu, 16 Februari 2025

What a beautiful day

Beberapa kali Rindu pernah minta tolong padaku diajari cara menyelesaikan PR yang tidak dia pahami. Kebetulan PR matematika yah aku sebagai alumni peserta OSN Matematika pada masanya (SMP-SMA) unjuk gigi dong. Gini-gini-gini. Satsetsatset. Aman...

Tiba-tiba jumat kemarin dia mendatangiku lagi minta diajari PR Ekonomi. Lah apasih ekonomi mah easy thats my thing, remehku. SMA Ilmu Sosial dan S1-Ekonomi Pembangunan iniloh. Diperlihatkannyalah soal yang rasanya mirip-mirip dengan soal perbandingan kuantitatif pada tes skd cpns ku yang lalu. Tapi pertanyaannya berbeda. Yang ditanyakan bukan perbandingan tapi fungsi permintaan. Kubaca sekilas dan coba cocokkan rumus yang dia berikan (langsung diberikan soal tanpa contoh atau uraian materi), loh cara hitungnya gimana ini? Tiba-tiba ngeblank. Aku ingat sih fungsi permintaan dan penawaran itu kata yang gak asing, tapi hitungannya kok tiba-tiba jadi asing. Akhirnya aku beralasan perlu mempelajarinya dulu untuk membangkitkan ingatan. Wkwkwk aku tersadar sebenarnya apa sih yang kulakukan semasa sekolah dan kuliah dulu? Nanti kalau sudah kupelajari baru diupdate ya.

### 

Tahukah blog, sejak kemarin aku berbunga-bunga. Hatiku senang sekali karena Paksu membelikanku hape baru dalam rangka kelulusan cpns ini. Gak tanggung-tanggung yang dibeli ip15. Mana bertepatan dengan hari valentine, bukan coklat tapi dapat hape. Aku jadi merasa gaya sekali. Sekarang aku akan posting foto atau video dengan lebih ekspresif karena kualitas kamera hapeku sangat cantik tidak butek lagi hhohoo. Semoga rejeki suamiku makin banyak sebanyak bintang di langit, air di lautan dan pasir di pantai yang tak terhitung jumlahnya. Amiin yra.

01
###

Mari membahas hal selanjutnya, pekerjaan. Ternyata untuk lepas dari kerjaan asal itu cukup menggugah iman. Ponakan suami yang juga lulus cpns ketika mengajukan resign, ditawari naik gaji oleh perusahaannya untuk tetap tinggal (doi sudah posisi manager cabang). Kupikir itu cuma berlaku untuk orang lain, tapi ternyata aku juga mendapatkan penawaran dari perusahaan asalku. Lebih gokil lagi karena tempat kerjaku tetap memintaku bekerja mengatur segala urusan meskipun dari jarak jauh. Masya Allah aku tergoda loh. Ditambah aku percaya salah satu faktor kelulusanku adalah berkat fleksibilitas dan pengabdian selama di perusahaan ini. Jadi gimana ini? aku taunya ada efisiensi pemerintah, dan pu sebagai kementerian yang mengatur infrastruktur pembangunan bisa jadi berdampak kurangnya kegiatan/kerjaan (entah gimana dilapangan nanti sih, aku cuma mengira-ngira). Sepertinya bisa dipertimbangkan, ya? kan lumayan dobel gaji wahhahaa.

###


 Sejak hari senin sampai kamis lalu, kepalaku sempat sakit blog. Bukan yang berputar-putar cuma sakit saja. Kadang ada perasaan mau muntah. Aku percaya itu karena obat dokter yang kukonsumsi pasca suntikan. Selain obat nyeri ada asam folat dengan dosis lumayan tinggi dibanding yang biasa kukonsumsi. Lalu tiba-tiba di hari jumat keluar flek coklat kemerahan yang kukira adalah gejala menstruasi. Agak terkejut karena rentang haid terakhir itu belum cukup 20 hari. Tahunya tiga hari ini yang keluar cuma flek saja gak keliatan cairan. Akupun mencari-cari di internet, ini gejala apa. Ada tiga kemungkinan, 1. Penyakit, 2. Perubahan Hormon, 3. Kehamilan. Ya Allah semoga saja ini karena si nomor 3. Apa gak bertambah kebahagiaanku :') Update ditunggu postingan selanjutnya.

Jumat, 07 Februari 2025

Ubur-ubur ikan lele

Ubur-ubur ikan lele, dua hari lalu sudahka' suntik Le. 

Pernahka dengar ada pengobatan yang kalau disuntikki jadi sembuh. Ndak tau ya apakah tempat yang kudatangi kemarin sama dengan berita-berita demikian, tapi akhirnya antusiaska pergi. Ini rekomendasi dari keluarga-keluarga Paksu. Namanya praktek dokter Hendrikus apalah di Jalan Bawakaraeng. Beliau dokter saraf. Setelah menyampaikan keluhan dan memeriksa kakiku, dokternya langsung menawari untuk suntik. "Saya suntik ya bagian yang sakit, nanti diambil darahnya sedikit dan disuntikkan lagi ke bagian yang sakit. Cara kerjanya dia membuat jaringan baru untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak," jelas Dokter. "Iya Dok gakpapa semoga dengan ini saya bisa sembuh," kusetujui tanpa banyak tanya. 

Berkali-kali jarum suntik ditusukkan ke lututku. Setelah itu area yang disuntik di tekan-tekan dan dipijat sebentar oleh dokter untuk meratakan suntikannya. Karena lipatan belakang lututku ada rasa sakit seperti tertarik saat diluruskan, akupun mengadukan ke dokter dan disuntik juga. Wow. Emejing. Alhamdulilah rasa sakit dibelakang lutut hilang saat diluruskan. Apakah ini yang biasanya dikatakan oleh orang-orang?

Sayangnya rasa sakit di lutut tidak terlalu ada perubahan. Aku masih merasakan ngilu dan kesulitan berjalan normal. Aku sampai berpikir ini adalah masalah psikologis. Apa iya karena kupikir bakalan pincang akhirnya aku jadi jalan pincang? Nggak mungkin kan? 30 tahun aku pakai kakiku jalan, masa lupa cara jalan. Mari lihat sebulan lagi sesuai arahan dokter, semoga ada perubahan. 

Yang kusadari semenjak sudah disuntik ini, sakit di lutut jadi makin terasa karena sakit dibelakang lutut hilang hhuhuu. Rasanya semua sakit berpusat ke lutut. Btw beberapa hari ini aktifitasku cukup banyak diluar, mungkin saja sakitnya karena itu juga. Tapi kurasa kakiku jadi sedikit kuat naik turun tangga dengan normal.

Yaudah. off dulu blog.

Selasa, 04 Februari 2025

Random Story in Feb

Hellow blog. Beberapa hari ini aku selalu bilang "banyak kerjaan" ke Paksu. Rasanya juga memang agak capek sih. Itu karena Bos berharap agar semua pekerjaanku yang sedang berproses bisa tuntas sebelum berpindah kerja. Selain itu aku juga harus transfer ilmu ke Evita, meskipun masih perlu banyak belajar untung saja anaknya rajin. Aku menargetkan semuanya selesai dalam sebulan hingga akhir februari. Rencananya mau slow working di maret dan tetap dapat thr, apakah aku terlalu serakah? Hhahahaa.

Kira-kira apa yang harus kusiapkan untuk memulai kerja di tempat baru? Gambaran besar yang kupikirkan saat ini cuma tempat tinggal. Meskipun banyak keluarga suami di sana, tapi aku agak ragu untuk menumpang. Mungkin aku akan mengontrak rumah atau membeli rumah sekalian (yang disuruh beli si Lisa, soalnya diriku udah punya rumah di Makassar). Selain persiapan tempat tinggal pasti perlu kendaraan juga. Si kuning bisa ikut aku dah. 

Btw kemarin aku keluar makan siang bersama Lisa, Nyonya Marini dan Kak Rizal. Perasaan cuma nama orang-orang ini deh yang beberapa kali mampir di postingan. Tapi aku senang. Obrolan yang santai disertai jokes. Tak ada yang berubah dari mereka, nostalgia rasanya.
Kabar terbaru Alhamdulilah Marini lulus PPPK di kantornya dan sedang senang bermain badminton. Kak Rizal masih dengan aktifitasnya berpolitisi dan mengajar. Sedangkan aku? *tepuk-tepuk dengkul* *berbisik ke dengkul dengan mesra, "cepat sehat bro, yang kuat, tolong kerjasamanya untuk kedepan"*. Ya gitu deh. Hhakhakhakk.

####

Siang tadi, secara random si Evita tiba-tiba bilang, "Kak Nanda mauka belajar bikin alis ini, nanti kalau tauma kuajariki baru sama-samaki pakai alis gambar". Nahhh itulah yang ingin kulakukan bahkan sejak sebelum nikah sampai sekarang tapi belum kesampaian. Gasskan! Ajarkan aku juga segeraaaa! :'D
 
Semalam Paksu balik dari Sinjai. Dibawakannya oleh-oleh buah manggis, pete dan ubi jalar. Katanya ada durian juga, tapi karena dia nebeng mobil sepupu yang gak suka mobilnya bau, alhasil durian gak kebawa. Pinginku makan durian yang tebal dan manis-manis itu. Tapi gapapalah, udah puas sekali makan manggis. Ubinya jadi karbo untuk diet mulai besok syalalalaa. Pulang ke kampung suami itu ada banyak sekali yang bisa dibawa, sementara pulang ke kampungku entah apa yang bisa di temukan. Mengsedih.

Rencananya pertengahan bulan ini aku sama Paksu mau ke Palu cari tempat tinggal. Tapi setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ini pemborosan dan tidak begitu perlu deh. Mungkin sebaiknya nanti sekali jalan saja kalau sudah ada jadwal pasti. Biaya tempat tinggal, perlengkapan dan kebutuhan dasar pasti perlu disiapkan dalam jangka waktu sesingkat ini. Jangan sampai Paksu boncos soalnya bulan depan doi mau pergi temani mertua ke tanah suci. Semoga dimudahkan semuanya. Amiin YRA.

Minggu, 19 Januari 2025

Selamat Tahun Baru 2025

Selamat tahun baru 2025 blog. Semoga tahun ini lebih baik lagi. Selamat ulang tahun juga untukku, ternyata sudah setua kepala tigaan. Kata suami lututku bunyi-bunyi. Usia dan fisik tampak berbanding lurus ya hhahahaa.

hbd adp

 Senang sekali akhirnya pengumuman cpns 2024 sudah keluar. Sesuai perkiraan aku gak lulus perengkingan di lokasi yang kudaftari, tapi berita baiknya aku lulus optimalisasi P/L-U3 di lokasi lain yang masih satu pulau, Masha Allah Alhamdulilah. Meskipun ini diluar rencana, tapi syukur sekali rasanya usahaku tidak sia-sia. Ikut bimbel online, beli dan belajar berbagai tryout masih dengan kondisi kesakitan pasca jatuh, meminta jalur langit, minta restu suami, orang tua dan keluarga.

Sepertinya semua menjadi poin-poin tambahan untukku sehingga bisa lolos. Bahkan ada momen yang kurasa sangat sakti, cucian kaki ibu. Sebelum ujian SKD, ibu datang menjenguk ke rumahku, sekalianlah kuajak adik-adik yang merawatku (Lisa dan Rindu) untuk mencuci kaki ibu, memohon maaf serta meminta restu agar dimudahkan dan diloloskan cpns tahun ini. Masha Allah Tabarakallah, aku dan lisa benaran lolos cpns! Fakta menariknya lagi, kami sama-sama lolos di Sulawesi Tengah. Lisa dari awal memang mendaftar Pemprov Sulteng, dan aku melalui optimalisasi terlempar ke Sulteng. Allah Maha Besar, settingan-Nya tidak main-main.

Ketika tahu aku lulus di lokasi yang jauh, rasanya sedikit ragu karena selama ini suami melarang untuk pilih tempat yang jauh. Katanya dia gak bisa jauh2 dariku, secinta itukah dia wkwkwk. Sanggahannya sih masa gak bisa bersaing di daerah sendiri. Apakah dia tahu berapa banyak freshgraduate dan orang-orang cerdas yang mencari kerja saat ini? Tapi syukurlah, ternyata suamiku mendukung untuk mengambil kesempatan ini. Sembari berproses, untuk sementara kami mungkin harus ldr dulu karena dia kerja di Makassar. Semoga ada kemudahan untuk kami berdua kedepannya. Amiin YRA.

Kamis, 26 Desember 2024

Pengalaman Periksa di Rumah Sakit

Hola blog. Minggu lalu aku pergi memeriksakan kakiku ke spesialis ortopedi dengan keluhan area lutut masih terasa nyeri dan jalan pincang. Ini pengalaman pertamaku ke rumah sakit untuk memeriksakan diri loh. Setelah membaca hasil radiologi, dokter memberikan penjelasan yang membuatku pusing.

1. Kakiku patah tapi syukurlah posisi tersambung cukup baik.

2. Dimarahi karena tidak langsung menerima penanganan medis yang benar, malah berobat alternatif yang blablabla.

3. Nyeri seiring waktu akan berkurang, tapi kedepannya nanti kalau nyerinya datang pasti akan terasa sakit sekali, dan untuk menangani itu kemungkinan perlu tindakan seperti memotong sendi dan mengganti dengan sendi buatan blablabla. Ini serius si dokter ngeri bet dah kasih penjelasan. Apakah aku harus tahu itu semua?

Hasil radiologi.

4. Jalan terpincang ini akibat jaringan sekitar yang hancur belum seutuhnya membaik. Bisa dioperasi tapi tidak disarankan oleh dokter karena patah yang sudah cukup lama (4 bulan) dimana penanganan yang tidak tepat selama ini membuat area tulang yang tersambung menjadi seperti serabut/keropos/rapuh. Penanganan dengan operasi bisa beresiko, kalau tidak salah resikonya itu kayak bekas tulang yang patah bisa rapuh atau keropos saat tindakan dan jadi masalah baru.

5. Gak dikasih obat, cuma disuruh pakai tongkat pendek selama 3 bulan, nanti kembali lagi pemeriksaan untuk melihat perkembangan.

Ini yang kutangkap sih semoga tidak salah. Penjelasan dokter terlalu panjang, terlalu banyak data yang kuterima, aku sendirian, dan tak mendapatkan yang kuinginkan (berobat yang langsung sembuh). Mengjompo deh. Ambil hikmahnya sajalah, aku bisa bebas dengan alasan kesehatan. Btw aku beli tongkat baru lagi~ kali ini bisa di lipat jadi tidak rempong saat bawa motor.

Jumat, 13 Desember 2024

Tidak Bisama Berkata-kata

Tidak bisama' berkata-kata. Kukira istimewaka karena bisa sampai tahap SKB dengan semua kesungguhan dan usahaku, ternyata dibandingkan saingan SKB ku, masih B aja ka' hhahahaa. Setelah semua perjuangan ini ges. Assulukmi bahasa Makassarku.

Well, ujian SKB sudah kulalui kemarin. Setelah membandingkan nilai dengan saingan formasi (asumsi nilai psikotes saingan sama dengan nilaiku), aku masih berada di urutan 12. Butuh 5 orang gagal psikotes diatasku supaya bisa masuk perengkingan wkwk. Tapi sepertinya kecil kemungkinan. Karena peminat PPBJ ini orang-orang cerdas. Nilai-nilai tertinggi SKB disesiku saja dikuasai oleh peserta dari formasiku, keren bukan. Sepertinya aku salah daftar formasi :')

Akhirnya aku akan kembali ke plan awalku, main affiliate dan jualan kopi. Masih kerja juga sih. Jadi teringat obrolan dengan peserta SKB disampingku kemarin yang tahun ini adalah jatah terakhirnya mengikuti CPNS. Kita berkenalan, bertukar info dan bagian serunya adalah membahas topik yang sama seperti, mau risain tapi tak pernah jadi, suami kita masing-masing mungkin sudah lelah mendengar wacana risain sejak bertahun2 yang lalu. Ada juga pembahasan tentang dokter-dokter obgin dan pengobatan rekomended di Makassar, dan terakhir itu tentang kesamaan kita yang mengorbankan drakor-drakor demi persiapan CPNS ini, pokoknya habis SKB gas maraton nonton drakor. Kenapa aku merasa kami sangat mirip? Umur segini yang dibahas emang hal seperti itu ya?

Btw karena seleksi sudah selesai, sepertinya aku bakalan siap-siap melakukan pemeriksaan medis untuk kakiku. Hal yang sudah kutahan-tahan sejak awal.

Sabtu, 07 Desember 2024

A Day On

Hari ini kerja lapangan dan capeknya jadi 2x lipat karena hujan. Sebenarnya untuk pekerjaanku sendiri tidak banyak memakan tenaga, tapi sesempatnya aku ingin menyelesaikan urusan pribadiku juga di pegadaian samata. Saatnya meluluskan kesayanganku dari sekolahnya wkwkw. Apesnya urusan pribadi ini menguras tenaga yang cukup banyak harus bolak-balik 3x. Kenapa sampai 3x? 

Saat pengurusan pertama, aku menghilangkan surat penting sehingga disuruh membuat keterangan hilang. Datanglah aku ke polsek terdekat, Polsek Somba Opu di Jalan Malino untuk membuat keterangan hilang. Sepengalamanku selama ini membuat keterangan hilang di Polres Gowa, semuanya gratis, petugasnya ramah dan edukatif. Tak pernah ada perasaan tidak nyaman saat akan meninggalkan polres. 

Tapi pengalaman di polsek ini agak berbeda :D Pelayanannya sih bagus, cepat, aku suka yang gini sat set aja gak basa basi. Tapi kok pas dokumen selesai dan disodorkan padaku, petugasnya lurus menatapku tanpa berkedip dan bersuara. Cukup lama dan tajam aku ditatap, ampun bayangkan betapa risihnya. Kutatap balik dong, "Ini sudah selesai ya Pak?" tanyaku disertai senyuman. Dijawab iya sudah dengan tatapannya yang masih sama. Aku berusaha tetap tersenyum, "Amanmi di? Kalau begitu terimakasih ya Pak, saya jalan dulu". Bangun dari kursi, keluar ruangan sambil sedikit melirik si petugas yang tampaknya kesal. Rasanya pingin kubilang "apa liat-liat? tak akan kau dapatkan yang kau inginkan Ferguso, sementara aku mendapatkan yang kubutuhkan HHUAHAHAHAAA". Aku bukannya gak peka, paham sekali maksud tatapannya itu blog, tapi aku gak suka membiasakan hal semacam itu. 

Ketika balik lagi ke pegadaian untuk kedua kali, ternyata pelayanan baru saja tutup istirahat. Sayang sekali. Padahal hari hujan, waktupun saling berburu dengan jadwal kegiatanku. Akhirnya kuputuskan jalan dulu ke arah notaris mengerjakan deadline terdekat. Janjian jam 1 dengan pembeli rumah di kantor notaris yang lokasinya dekat Mesjid Syech Yusuf.

Kuhubungi pembeli rumah, ternyata do'i masih belum jalan. Akupun makan bakso, singgah ke mesjid kemudian nongkrong di kafe yang berada persis depan mesjid bersama Evi. Karena rekan kerjaku si Evita sudah biasa disana kebetulan karyawan disana adalah teman sekolahnya dulu jadi kita nyaman-nyaman saja. Aku bahkan sempat dipasangi henna kuku oleh mereka saking gabutnya menunggu. 

Jam 2 lewat tak ada tanda-tanda user akan sampai, kuputuskan kembali lagi ke Samata ketiga kalinya untuk menyelesaikan urusanku. Evi kusuruh stand by ketika ada panggilan ke notaris. Di sini sebenarnya aku sudah mulai capek dan kedinginan. Bersyukur urusan ku selesai cepat, bersamaan dengan itu pembeli rumah juga sudah ada di notaris. Akupun menyusul mendampinginya  hingga kami berpisah.

Terakhir, otw ke Citraland singgah di rumah bos untuk laporan dan membawakan dokumen. Ditengah jalan, tiba-tiba hujan berubah lebat sekali. Jas plastik sepahaku dan Evi sudah pasti tak bisa menghalangi aliran air meresap ke celana dan sepatu kami. Motor kupinggirkan ke Indomaret yang ada di Jl. Andi Tonro. Menunggu hujan agak mereda itu lumayan lama. Sampai-sampai aku dihampiri orang asing yang tak berhenti berbicara. Untung saja aku agak budek. Kuiya-iyakan ucapannya sambil chat-chatan dengan Evi bertanya apakah ini orang sakit atau gimana.

Karena hujan tak berhenti begitupun ocehan orang asing ini, kuputuskan memesan grab mobil. Rute kita ke Citraland lalu kantor. Dari kantor pakai motornya evi balik lagi ke Andi Tonro mengambil motorku dan kita pulang ke rumah masing-masing. Sampai rumah jam 5.30 aku kedinginan dan rammusu. 

==============

Bisa dibayangkan besoknya seperti apa? yep, gak kerja, mencret-mencret dan lutut sakit. Aku terlalu aktif hari kemarin. Padahal aku mau sekali jalan-jalan ke Ramayana karena ada promo serba 50ribu :'

Selasa, 03 Desember 2024

Psikotes yang membangongkan

Psikotes seleksi CPNS PUPR 2024 ini memang agak meresahkan karena tesnya bersifat menggugurkan. Sudah maksimal pol-polan di SKD supaya masuk rengking SKB muncullah psikotes yang akan menggugurkan tanpa peduli pengetahuan pbj kami. Aku bahkan tidak tahu kalau psikotes bersifat menggugurkan hingga adanya pengumuman jadwal psikotest disertai aturannya. Fokusku langsung terpecah karena sejak pengumuman SKD aku cuma belajar SKB. 

Tapi bagaimana dengan psikotes ini loh? kiblatku hanyalah diskusi grup psikotes peserta seleksi cpns pupr dan youtube yang mana mereka semua juga cuma memperkirakan bentuk soal psikotesnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Akupun turut ber Oohh oke oke belajar ini dan ini, supaya nanti tidak gugup dan mantabb. Bahkan Paksu mendukung agar aku mencari tempat kursus untuk mempermantap persiapanku. Tapi nggak kuikuti karena jadwalnya sudah mepet. And you know what?! You know nothing John Snow (eh). Ternyata apa yang semua orang bahas dan perkirakan selama ini dengan situasi tes sebenarnya sangat berbeda! Sempat lemas karena banyak yang memiliki nilai tinggi saat SKD justru tidak lolos di psikotes ini. Apalah aku yang nilai SKD pas-pasan. Akhirnya strategi kuubah, aku berhenti belajar psikotes. Kuikuti saran kebanyakan orang, jawab dengan versi terbaik sesuai kepribadian dan istirahat serta makan dengan baik sebelum ujian untuk mempersiapan mental dan tubuh yang fit.

Sehari sebelum ujian aku berusaha istirahat yang cukup. Kupaksakan tidur jam 9 malam setelah pergelutan panjang guling-guling di tempat tidur (maklum, gak biasa tidur cepat). Di hari tes aku tak merasakan sesuatu yang mengganggu mood ku. Perasaanku senang-senang saja, Paksu juga membelikan sarapan  yang kuinginkan untuk membuatku senang walaupun sebenarnya itu tidak perlu. Padahal dia sendiri cuma makan nasi telur dadar goreng. 

Ujianpun dimulai jam 2.30 siang dan berakhir jam 6.30 dengan aku sebagai peserta terakhir yang keluar zoom dari 39 orang peserta. Untung panitianya sabar. Aku terheran-heran kok bisa ya people mengerjakan soal secepat itu. Orang-orang sejago ituloh membaca ratusan soal dan memilih jawaban. Apakah ini karena aku tak muda lagi? atau mataku sudah tak tajam lagi? mungkinkah... mungkinkah... Kau mampir haaari ini, eh.

Sebagai informasi, psikotes CPNS PUPR 2024 itu terdiri dari 3 bagian;

Bagian yang pertama adalah Tes Intelegensi dimana kita diberikan 10 subtes masing-masing berisi 50 soal dengan waktu 7 menit. Soalnya hitung-hitungan, pengetahuan umum, mencocokkan gambar dan lupa. Gak harus dijawab semua tapi untuk efisiensi waktu jangan terpaku di satu soal yang membutuhkan penyelesaian lama. Mengerjakan tes ini serasa lagi deadline diburu waktu. Sanggup 500 soal dalam 70 menit?  manusia itu tempatnya salah dan lupa, wajarlah manusia, bukan nabi boyy! (plak!).

Bagian kedua Tes Kepribadian. Aku gak tahu apa istilah nama tes nya, kita diberi 375 pernyataan dan disuruh memilih dari skala 1 (sangat setuju) - 7 (sangat tidak setuju) untuk setiap pernyataan. Kupikir ini easy tapi ternyata lumayan menguras pikiran juga. Yang kuyakini untuk mengerjakan soal adalah harus konsisten dengan jawaban. Jika pada awal pernyataan memilih A dan di tengah soal muncul pernyataan dengan makna serupa, kita tetap harus memilih A. Kalau salah pilih, disinilah konsistensi dan integritas kita (mungkin) dinilai. Lalu pilihan kita itu harus bagaimana? tentu saja yang positif dan berintegritas, yang melambangkan asn berakhlak. Tapi ternyata agak sulit bah. 80 nomor pertama kebanyakan kupilih ujung perujung 1/7 saja. Tak ada ragu-ragu bagiku! Tapi kemudian entah bagaimana aku merasa ini salah dan mengubah jawaban ke skala yang paling menggambarkan diriku. Untungnya ini adalah keputusan terbaik yang kulakukan saat itu. Waktuku sangat mepet, orang-orang banyak keluar zoom di jam 5.30 tapi aku masih berkutat di nomor 200an. Sekitar jam 6 akhirnya selesai tes ini.

Bagian terakhir aku lupa apa nama tesnya tapi kita diminta membuat tulisan sebanyak 1500 karakter. Penjelasannya untuk apa ya? lupa lupa ding. Kayaknya sih untuk menunjukkan kepribadian juga deh lewat tulisan. Untung aku bisa nulis satset T,T waktuku disini rasanya super mepet mungkin karena tersisa sendiri dengan 4/5 orang panitia. Tepat jam 6.12 akhirnya tes ku selesai. Nilai langsung muncul dilayar. Setelah melakukan konfirmasi dengan panitia, jam 6.15 keluar zoom.

Terakhir, alhamdulilah hasilnya sesuai harapan. Minimal lolos passing grade. Ini adalah SKB pertama yang kuikuti hiks. Dan pengalamannya sudah seseru ini. *joget menggol-menggol* Aku tunjukkan... rumah masa depan... yang siap huni... posisi hook! posisi hook!

Syalalaa~

Rabu, 27 November 2024

ter pjb pjb

Weekend kemarin kuisi waktu dengan berbenah rumah. 

Berhubung Paksu sudah berjuang ditengah malam menemukan dan membasmi dua ekor tikus yang bersarang di dapur sejak beberapa waktu terakhir, aku turut berkontribusi dengan lanjut membersihkan bagian dapur. Karpet-karpet rumput di cuci, sampah-sampah diangkat, peralatan dapur disortir dan terpenting semua plastik-plastik serta tas dan karung yang ada didapur disingkirkan.

Apakah cuma aku yang sering mengumpulkan plastik dan tas bekas belanjaan? Niatnya sih ini dijadikan alas tempat sampah nanti. Sesekali memang fungsinya jadi seperti itu, tapi seringkali tidak karena sudah disediakan plastik khusus untuk tempat sampah by doi. Akhirnya segala kemasan plastik dan bagpaper atau apapun yang kukumpulkan itu malah dikopek tikus. Tapi baguslah karena ada alasan untuk menyingkirkannya. Bisa jadi gak akan kubuang kalau tidak ada tanda-tanda sabotase. Hhahahaa.

Kemudian, karena aktifitas membersihkan dapur saat itu harus memindah-mindahkan peralatan dapur, terasalah lututku sakit lagi. Sakitnya karena aku menumpukan beban pada kedua kaki saat berusaha mengangkat kulkas dan mesin cuci. Padahal sudah bertiga loh dibantu Rindu dan Lisa (paksu masih kerja). Ini awal mulanya. Ternyata sakit lutut itu bertahan hingga senin kemarin. Jalanku over tertatih. Sudah mau tantrum lagi, tapi kutahan karena ada hal lain yang kupikir lebih penting. Prioritas pekerjaan by Pak Haji dan belajar skb pbj.

Sejak pengumuman hasil skd, aku berhenti nonton drama korea dan sibuk belajar. Sampai muak karena skb itu soalnya tidak variatif seperti skd. Dulu capek belajar twk ya bisa refreshing tiu. Sekarang mah capek tidak capek terus saja diikuti. Tapi aku suka. Tapi muak. Tapi lumayan seru sih. Lolos tidak lolos rasanya aku jadi agak pintar hhahaa. Aku bisa menggunakan pengetahuanku untuk proyek-proyek pengadaan di masa depan. 

Btw sore tadi kuketemu si bestie Nyonya Marini. Doi ini lucu sekali, ada-ada saja yang diceritakan. Aku sampai bingung sebagai seorang bestie apa perlu hanya mendengar, ikut mendukungnya atau memberikan pendapat jujur yang mungkin bisa merusak kesenangannya~ sebaiknya diam saja sih. Karena setiap komentarku tadi berakhir dengan jawaban yang agak defensif walaupun lucu. Nanti kita janjian ketemu lagi di ulang tahunku. Persahabatan, tinggal sekotapun ketemunya cuma 3-4x setahun. Padahal kalau dipikir kita belum punya anak, yang membuat kita sibuk cuma pekerjaan... dan hidup masing-masih sih.

Oh kemarin ulang tahun Paksu. Satu lagi angka dalam hidupnya yang bertambah yyeyyeii. Aku belum menyiapkan hadiah apapun, cuma doa tulus setiap harinya agar ia mendapatkan semua kebaikan dari Allah, iman yang selalu kuat, ilmu yang bermanfaat, kesehatan serta rejeki yang berkah dan berlimpah. Mari pikirkan hadiah saat waktu dan kondisi sudah cukup kondusif.

Besok libur pemilu calon bupati dan gubernur. Akhirnya pulang kampung hhahaa. Sepertinya aku akan ikut pemilu dengan membawa-bawa tongkat kejompoanku.

Selasa, 19 November 2024

19 Nov 2024

Yeahh finally ada momen untuk mengisi blog. 

Hari ini aku habis mengikuti acara sosialisasi regulasi perijinan usaha di Hotel Aston oleh DPMPTSP Makassar, kali ini menggunakan tongkat sehingga jalanku terlihat normal. Agak unik saja karena ada orang yang benar-benar tua disana tapi satu-satunya yang menggunakan tongkat malah diriku wkwkw. Kemudian pulangnya naik bus transmaminasata sambung grab. Seru sekaliii.

Ini dinas keduaku semenjak bekerja. Sebelumnya pernah di Hotel Fourpoint (mungkin 3-4 minggu lalu) kupaksakan diri datang tanpa alat bantu dan hasilnya sungguh membuatku malu karena jalanku benar-benar seperti orang disabilitas dengan kaki yang bengkok keluar membentuk huruf k dan orang-orang seperti melihatku kasihan. Nggak deng, orang melihatku agak memaksakan diri, kenapa bukan staff lainnya saja yang datang. Hhahahaa. Gimana tidak, itu adalah proyekku dan cuma aku yang tau seluk beluknya kemarin.

Mungkin itu salah satu momen mencekam bagiku. Akupun curhat dengan sangat sedih pada paksu, tentang pandangan dan komentar orang-orang yang menganggapku cacat karena sudah berapa lama dengan kondisi seperti ini, bagaimana kalau aku jadi cacat benaran, kenapa tidak sejak awal kita melakukan penanganan ke dokter, aku mau diperiksa secara medis secepatnya dst dst. Ingin teriak dan nangis-nangis. Tapi berakhirnya malah ke alternatif lagi :v untung saja alternatif terakhir itu cukup ampuh karena kakiku lumayan bisa melurus. Aku berusaha optimis lagi, ini karena otot pahaku belum sepenuhnya membaik. Aku pasti sembuh.

Pokoknya sejak dari hotel fourpoint itu aku jadi uring-uringan dan sering bermimpi. Kusebut ini mimpi buruk meski sebenarnya dibilang buruk juga bukan, hanya membawa kenangan. Entah kenapa orang ini beberapakali muncul dimimpiku. Mungkin aku sedang dirindukan. Ditambah lagi kekecewaan pasca ujian skd cpns 2024 yang nilainya tak sesuai prediksi, semakin sedihlah aku blog. Dua bulan lamanya belajar, puluhan try out sudah dilakukan dengan nilai yang not bad, sudah keluar biaya untuk bimbel online dan berbagai tryout. Tapi nilaiku tahun ini bahkan lebih rendah dibanding skd terakhirku, kok bisa?? 

Untung saja masih lolos perengkingan. Sekarang ingin kucurahkan lagi waktu dan pikiranku untuk persiapan psikotes dan skb. Meskipun akan saling mepet-mepet dengan pekerjaan. Semoga bisa lolos cpns. 

Jumat, 18 Oktober 2024

Dua bulan Pasca Jatuh~

Hai blog, empat hari lagi dan aku akan memasuki bulan ketiga pasca jatuh. Kondisiku masih belum stabil, masih belum bisa jalan dengan normal alias terpincang-pincang. Apakah aku terlalu manja atau memang ada yang salah dengan kakiku. Mungkin karena aku introvert, kaki ini juga ikut introvert sengaja bermalas-malasan tidak bisa move on dari situasi santai di rumah atau gimana, entahlah. 

Sebenarnya aku sedih blog, takut sekali kenapa pemulihanku sangat lama. Padahal cerita banyak orang yang mengalami kondisi lebih parah dariku proses mereka dua bulanan sudah membaik. Tentu saja banyak masukan disekitarku, bawalah ke dokter, jangan putus berobatnya, jangan terlalu dipaksakan dulu, ya senuanya butuh proses dll. Sekarang aku merasa kejompoanku akan berubah jadi disabilitas jika tak kunjung sembuh juga. Padahal aku mau jalan ke mall, mau makan-makan enak, mau jogging dan senam sepulang kerja, mau sibuk kesana kemari, tapi...:(

Banyak yang menyemangati juga utamanya suamiku. Doi dengan sabarnya merawatku, membawaku berobat, mencarikan obat dan menghiburku. Aku jadi punya banyak waktu berbenah di rumah, membantu usaha suami, belajar persiapan cpns, berat badanku turun banyak dan rasanya aku jadi semakin putih karena jarang keluar rumah. Ada kebaikan disetiap hal sih :) Oh... pekerjaan juga walaupun sudah mengajukan risain, ternyata permohonanku ditolak, aku masih bekerja disuruh istirahat gakpapa kerja di rumah, atau sesekali ke kantor terserah. Levelku rasanya gak main-main, sebebas itu tapi masih digaji normal :'D Padahal aku berencana membeberkan bucket list pengangguranku untuk postingan berikutnya, eh gak jadi.

Sabtu, 28 September 2024

Belajar Jalan Sendiri

Memasuki minggu ke enam pasca kecelakaan. Ternyata cedera kaki (tanpa operasi) tidak sembuh secepat itu~

Sebenarnya aku sudah bisa beraktivitas, kakiku sudah sangat mendingan. Tapi lututku yang tidak baik-baik saja (duh berasa jompo). Masih belum stabil juga. Mobilisasiku seringnya menggunakan tongkat, tapi hari ini aku mulai belajar tanpa tongkat. Sakit bingit rasanya lututku blog harus menanggung beban diluar kapasitasnya. Tapi demi segera pulih harus menahan ini semua ya.

Akhirnya aku jalan seperti pinguin, kadang kedua tanganku terangkat sekitar 15 derajat untuk menjaga keseimbangan. Kakiku kiriku melangkah cepat dan mendarat dengan hentakan untuk melepaskan rasa sakit, karena saat kaki kiri terangkat semua beban pindah ke kaki kanan yang lututnya tidak konsisten tegak lurus, kadang menjorok ke kiri atau kanan (disitulah momen menyakitkannya :'). Lalu kaki kanan melangkah normal cuma agak lambat dan hati-hati. Lanjut lagi kaki kiri melangkah dan begitu seterusnya.

Hari ini bisa dibilang hal paling produktif yang kulakukan adalah belajar dan latihan jalan. Aku harus bergerak supaya otot paha dan betis kananku bisa kencang kembali. Mengsedih kalau membandingkan kondisi mereka yang satu kelihatan segar tapi sebelahnya malah kelihatan peyot. Kubaca di internet sih hal ini karena massa otot hilang selama tubuh diistirahatkan. Ini salah satu alasanku juga untuk mulai latihan jalan.

Well, ada hal sedih yang ingin kusampaikan. Selama lima minggu istirahat di rumah, setelah berbagai pertimbangan dan meminta restu dari Pak Suami, akhirnya aku mengajukan resign dari tempat kerja. Tempat kerjaku selama enam tahun terakhir, dengan pimpinan-pimpinan yang super baik dan loyal. Tempatku banyak belajar tentang dunia kerja dan ilmu-ilmunya. Semoga ini bukan keputusan bodoh yang kulakukan. Sejujurnya aku juga takut bagaimana nasibku kedepannya, tapi semua kuserahkan kepada Allah. Yang pasti aku juga tak berniat untuk menganggur lama.~

Selasa, 17 September 2024

Hikmah

Gabut sekali blog. Sepertinya ini akan menjadi minggu keempat tidak kerja karena kakiku masih belum pulih. Aku pakai tongkat sebagai alat bantu jalan, tapi karena lututku masih tidak stabil dan kaki sangat terasa capek jika banyak jalan, akupun belum berani keluar. Rebahan di rumah, nonton dan kadang mempraktekkan fisioterapi untuk cedera lutut, duduk-duduk, belajar, makan, buang air, itu-itu saja. Pekerjaan rumah? Ada Lisa dan Rindu yang stand by menjagaku wkwk.

Tapi sepertinya ada hikmah tersembunyi selain harus berhati-hati saat keluar rumah dari kejadian ini. Mungkin tidak relevan mungkin juga relevan. Aku yang tidak bisa haid kalau belum minum obat, tiba-tiba mengalami haid secara natural. Persis sebulan sejak haid terakhirku yang dibantu obat-obatan. Seperti keajaiban karena ini adalah pertamakalinya terjadi semenjak aku menikah. Banyak yang kupikir menjadi penyebabnya, apakah ini akibat keberlanjutan promilku? apakah karena obat dari dokter ortopedi? karena aku banyak istirahat di rumah? karena air dan doa dari pengobatan alternatif selama ini? Karena saraf-saraf membaik di kakiku yang telah mengalami beberapa kali urut? Pola makan juga sepertinya terpengaruh karena aku sudah jarang makan bakso dan mie ayam. Apapun penyebabnya, semua atas kehendak Allah.

Sebenarnya aku sedang promil sejak bulan juni, dan pada hari kecelakaan itu aku punya jadwal kontrol ke dokter obgyn untuk usg pemeriksaan sel telur. Malangnya musibah terjadi dan proses promilku seperti harus tertunda lagi. Aku pasrah dan mungkin menunggu sehat kembali untuk bisa melanjutkannya. Tapi haid natural ini memberikanku semangat karena ada satu lagi kesempatan masa ovulasi yang akan kutemui. Syalalala~


Sabtu, 31 Agustus 2024

Berdamai dengan Kaki

Muncul saat mood dan terkesan berkeluh kesah? That is me. Aku gak berencana berkeluh kesah tapi perasaanku sekarang sangat bosan dan tidak nyaman. Aku habis kecelakaan jatuh dari motor (tepatnya ditabrak) dan harus istirahat total karena tak bisa menggunakan sebelah kakiku dengan baik. 

full service penuh cwinta

Wahh kalau kuingat lagi kilas balik kejadiannya sangat cepat dan begitu berkesan. Seolah berada dalam film deadpool, 3 dimensinya terasa, slowmotion nan apik aku terhempas dari motor dimana yang terbentur pertama kali adalah lutut kananku seperti bergeser dan terpelintir disusul dengan helem yang terlempar dan pelipis yang menciumi aspal dengan keras. Saat sadar, aku gak bisa bangkit. Cuma meringis menahan sakit di kaki, kupikir kakiku patah karena rasanya sakit sekali gak bisa digerakkan.

Setelah diamankan oleh penduduk sekitar dan menghubungi suamiku, akupun dibawa ke tukang patah tulang terdekat. Syukurnya karena tak ada yang patah dengan kakiku menurut tukang tersebut. Akupun memutuskan istirahat dan menunggu pulih.

Sekarang hari ke sepuluh pasca kejadian. Karena tak ada perubahan, kakiku masih selalu sakit akupun memutuskan ke klinik ortopedi semalam. Setelah dilakukan scan ternyata tulangku memang patah. Syukurlah patahannya tidak terlalu bergeser kata dokter. Dokter menyarankan memasang sekrup untuk memperbaiki posisi tulang hingga tumbuh kembali, alternatif lain bisa menggunakan gips tapi konsekuensinya ya gak bisa bebas. Dokter memberikan waktu untuk berpikir, beliau meresepkan obat dan memasang bandage padaku. Jika ingin dilanjutkan langsung saja ke IGD pesan dokter.

Periksa di klinik ortopishio jl. tupai~

Keputusanku tentu saja tak ingin melakukan tindakan. Meskipun lebih percaya pengobatan modern tapi aku juga takut. Jadi kupilih untuk beristirahat dan menyelesaikan pengobatan kampung saja.

Akankah rencana cuti panjangku tahun ini kugunakan untuk istirahat? Padahal akhir bulan ini Paksu mengajak ke Jawa...