Rabu, 17 Desember 2025

OTW 2026

22 November. Waaww.... Ternyata sudah menuju akhir 2025. What a miss, sayang sekali aku gak banyak menulis di blog tahun ini. Rasa-rasanya ada quotes yang menarik dan ingin kumasukkan di postingan kali ini tapi aku lupa apa itu. Kalau ingat nanti ku spill.

Sekarang weekend, hari yang paling kusukai. Hari ini kegiatanku mencabut rumput, bersih-bersih, memasak, main game, tidur siang, nonton drama, bikin kue, dengar musik, buka blog, dan rencananya mau sedikit olahraga main bulu tangkis sebentar. Seperti ini sudah bahagia sekali.

Yang paling kutunggu-tunggu 

===================

Yey ke skip lagi curhatanku bulan lalu yang tak selesai. Sibuk banget aku blog, mau nulis tapi juga lagi asik ngedrakor. Sekarang aku lagi nonton dramanya kim go eun, judulnya the price of confession kalau gak salah. Wah gila, mata melirik ke hape dan laptop berganti-gantian. Inilah kenapa perempuan itu disebut multitask.

Jadi yang terjadi beberapa bulan terakhir begitu cepat, aku sudah mulai lupa. Kesibukanku sebatas kantor dan rumah. Arrggghhh. Nonto dulu deh, nanti lanjutnya blog. setelah 16 episode ini selesai. bye.. 

~

Ternyata semalam aku tumbang duluan. Di episode 3 mataku tak bisa dilawan. Sepertinya ini kelelahan akibat lembur sampai jam 9 lewat malam tadi. Baru juga pulang pelatihan bela negara kerjaan menunggu.

===================

Nah, sekarang 11.32 pm 14 Desember 2025. Kalau ini gak diposting paling lambat besok 15 Desember udah gak tau lagi deh mungkin akan ada garis selanjutnya atau akan kumulai sesi menulis baru. 

Ahemm, awal bulan desember ini adalah saat yang membahagiakan karena akhirnya bisa pulang kampung hiks. Bisa liat rumahku lagi, bisa merasakan ranjangku lagi dan yang paling penting bisa ketemu paksu dan keluarga. Tapi senang-senangnya terlalu singkat karena jadwal bela negara lebih banyak dibanding curi-curi waktuku di kampung halaman. Tau-tau aku sudah di Palu lagi :( 

Jadi pengalaman bela negara tahun 2025 ini cukup berkesan karena lokasinya di Secata Rindam Malino. Bisa sekalian pulang kampung melepas rindu. Enam bulan loh baru akhirnya bisa kembali ke rumah lagi. Sebelum bela negara, senior pns kami sudah memberikan wejangan terkait hal-hal penting disana nanti. Yang paling ditekankan adalah jika sakit jangan ditahan-tahan atau disembunyikan. Sampaikan pada panitia/pelatih. Sisanya adalah tips dan trik terkait keseharian disana, misalnya bawa marker untuk menandai barang kita (baju, sepatu, dll) yang bisa tertukar dengan punya teman, bawa pakaian sekali pakai supaya tak repot di cuci dll, obat-obatan wajib dan latih fisik. Selain itu harusnya mereka bilang kalau dokumentasi itu sangat penting :'). Aku yang begitu cuek saat photografer mondar-mandir akhirnya agak menyesal juga karena gak minta taken foto. Kirain itu cuma untuk dokumentasi kegiatan mereka saja. Ternyata bisa dijadikan koleksi pribadi.

Aaaa. Disana Taeng.

Dijemput dan antar-antar dulu sama doi~ 

Ketemu Nyonya M, dikasih hadiah, selfie super filter

Selama kegiatan alhamdulilah gak ada hal-hal yang begitu berat. Kita dilatih PBB, bela diri taktis, mountainering, basic survival, ada materi juga dan lain sebagainya. Jadi teringat masa-masa berpramuka dulu, rasanya hampir mirip seperti itulah. Yang paling berkesan untukku pas caraka malam, waktu itu ada misi harus mengingat dan menyampaikan informasi ke pos terakhir. Informasi yang berusaha kuhapalkan sepanjang jalan dan ketika disampaikan ternyata salah imbuhan di satu kata. Pelajarannya salah satu katapun dari informasi yang kita terima dan sampaikan kepada orang bisa berakibat fatal, karena itu kita harus belajar bertanggung jawab dan teliti terhadap apa yang disampaikan. Ini benar sekali. Pentingnya informasi yang tepat. Kurang lebih itulah hal paling pertama yang kuperhatikan semenjak mulai kerja. Apa dasar dari setiap hal yang kukatakan dan sampaikan, makanya di postinganku sebelum-sebelumnya ada kata regulasi. Itu salah satu pegangan dari setiap tindakan pns selain budaya dan etika nya. Semoga kata-kata yang kutulis barusan sudah benar, yah pokoknya begitulah.

Untuk fasilitas selama bela negara gak terlalu masalah karena aku pribadi selalu bisa menyesuaikan diri dengan sarana prasarana yang ada. Tempat tidur keras maupun lembek aman saja aku bisa tidur dimanapun selama badan telentang, air keruh atau tidak mengalir gas sajalah cuma lima hari kok, berdingin-dingin di Malino it's okay selama alergiku tidak kambuh, makanan itu-itu saja aku juga gak masalah karena bukan tipe yang pilih-pilih, pelatih yang tegas tidak begitu menyeramkan. Satu-satunya keluhanku cuma nyeri di lutut, itupun ada kebijakan untuk yang sakit bisa istirahat menyemangati atau istirahat di klinik. Pokoknya bersyukur sekalilah tidak ada yang begitu sulit selama tugas ini. Fyi sakit-sakit yang ditemukan bermunculan selama bela negara adalah demam, meriang, sakit perut, diare, sembelit, salah urat, sakit gigi, keseleo. Sejauh ini sejauh itu yang kutau. Ini macam penyakit si gen milenial, padahal rata-rata peserta adalah gen z.

Oh ya ada juga cerita-cerita mistis yang beredar, tapi aku baru tau pas udah ada di Palu. Beberapa teman katanya merasakan hawa yang tidak enak serta mendengar dan merasa melihat hal-hal aneh. Pengalaman bela negara tanpa disertai hal berbau mistis sepertinya memang kurang seru. Aku sendiri gimana? Manusia yang gak peka ini? Hhoh, jiwaku hanya sibuk menghitung hari kapan berakhirnya kegiatan agar bisa sesegera mungkin pulang ke Makassar.

Kegiatan selesai, berat badanku nambah 2 kilo. Ya gimana dong, makanannya porsi kuli dan selalu kuhabiskan takut membuat teman-teman repot jika makananku tak habis. Padahal faktanya gak habis juga gapapa, gak ada aturan kalau teman lain harus menghabiskannya, kita cuma ditakut-takuti saja diruang makan. Eh balik dari kegiatan bela negara ini, kurasa tubuhku jadi ter-reset. Baik kesehatan maupun kebiasaan. Sekarang aku selalu terbangun jam 3 subuh efek kebiasaan takut antrian mandi kepanjangan. Semoga bisa dipertahankan ya meskipun tidak antri lagi mandinya.

Kompi B Pleton 3

BP2JK

Upacara Penutupan

=================

Kannn... Kemarin belum dipost karena belum import foto. Nambah lagi garisnya. Jeda dulu nulisnya. Pulang kerja tadi singgah di pasar beli lauk dan sayur semoga cukup untuk 2 minggu. Eh harusnya kalimatnya semoga dimasak deh. Kadang sayur yang kusimpan di kulkas berakhir tak diapa-apakan, layu dan dibuang. Kadang pas pulang kerja udah malas masak malah beli makan di luar. Dah gitu aja. Sekian bye.

Lauk doang, sayurnya tidak sempat di foto~

Kamis, 16 Oktober 2025

Akhirnya Jalan Jalan Ke Luar Kota di 2025

Hai... Hari ini sangat memuaskan blog karena weekend, dan energiku terkumpul berkat seharian tinggal di rumah. Me time minggu lalu berkurang karena banyak acara keluarga, sabtu ke rumah Kak Alam dan Minggu ke Rumah Kak Hj. Hasma. Mana Kota Palu lagi panas-panasnya T.T,, oia aku kesana dalam rangka perpisahan alhamdulilah ada ponakan satu kali paksu yang lulus penerimaan IPDN. Rasanya terharu sekali blog, aku loh melihat sendiri perjuangan dan semangat anak ini. Dia melepaskan jurusan Ilmu Gizi yang sudah ada ditangan dan terus belajar dengan target lulus. Ternyata usaha tak menghianati hasil.

Ah... Aku rindu swamikuuu... Aku juga rindu hari-hari kosong yang kuhabiskan menemaninya berkeliling-keliling mengirim pesanan, menjemput barang, menagih, atau sekedar mencuci mobil/motor. Biasanya muara dari setiap kegiatan itu adalah jajan/makan di luar. Aku juga jajan disini, tapi ditemani apalagi dijajani paksu rasanya lebih enak dong hhahaa.

Hari-hari kerja harus terfokus-fokus karena begitu banyak regulasi yang mesti kupelajari dan pahami. Padahal membaca bukanlah hobiku dan mengingat adalah kelemahanku. Kalau diandaikan jaringan nih, teman-temanku sudah 5G sementara aku masih 4G maybe? Effortku harus lebih besar blog. Gapapa-gapapa, ini adalah proses, lagipula sepadan dengan apa yang akan kuterima. 

Aktivitas dirumah biasanya aku main bulu tangkis dengan Seli 2-4x seminggu tiap jam 8 malam di depan rumah. Mungkin akan kucoba tambah dengan jogging 1-2x seminggu. Rencananya juga mau rutin minum air kelapa muda juga. Jangan salah ya Blog, meskipun yang kubahas disini tentang olahraga, anehnya berat badanku tidak ada penurunan. Aku curiga ini karena rekan kerja kiri kanan di meja baruku yang selalu menawarkan berbagai cemilan setiap pagi dan sore. Pukis, bubur ketan, ubi jalar, jagung rebus, biskuit, pokoknya mereka selalu menawarkan semua kebahagiaan itu. Bagaimana bisa aku menolak?

Kira-kira apalagi yang ingin kutulis... Aku belum menguasai wilayah Palu karena jarang jalan-jalan. Bayangkan siang hari begitu terik, sementara malam hari takut sakit, dibegal dll kalau keluar. Serba salah sih... Emang paling enak dirumah saja tidur. Aku gak terlalu tertarik dengan kuliner sini karena bagiku konro bakar, sop saudara, sop kepala ikan, ikan bakar sudah yang paling enak.

=====#=========

Ini harusnya diposting sekitar 3 atau 4 minggu yang lalu karena sudah beberapa weekend berlalu. Tapi akan kulanjutkan lagi daripada hanya menjadi draft yakann. Sempet bingung mau ngasih judul apa, jalan-jalan keluar kota di 2025? bukannya Palu juga luar kota? dahlah~

Nah, jadi ceritanya hari rabu minggu lalu aku menerima surat tugas pertamaku di Surabaya. Berhubung Paksu ada di Palu dan mau langsung ke Jakarta juga di minggu itu, usullah aku berangkat Surabaya lebih cepat ditemani Paksu supaya kita bisa jalan-jalan dulu, kapan lagi kita bisa keluar kota bareng, nanti dia lanjut ke Jakarta dari sana.

Jadi dong... Kita nginap di daerah Gubeng tanpa tahu apa-apa di Surabaya. Syukurnya daerah ini tuh pusat kota apa-apa dekat. Selama dengan Paksu aku naik perahu dan jalan-jalan di Taman Prestasi, shopping berkeliling di ITC sampe lutut nyeri, makan gultik, sate-satean, bebek, rawon, lontong tahu goreng yang ditaburi kecambah dan saus lupa namanya, gado-gado, nasi pecel dan lain-lain. Kita stay di 3 hotel berbeda, enak banget blog ini pertama kalinya aku tidur di kasur lagi dalam 5 bulan terakhir. Selama ini kutidur cuma beralaskan karpet malaysia yang tebalnya sekitar 2-3 cm yang kulipat dua supaya lebih empuk. Paksu sampai menegurku kenapa tidak beli tempat tidur. Nantilah ya. Kemudian di rabu subuh doi pun melanjutkan pengembaraannya ke Jakarta. Di kamis subuh aku juga pulang ke Palu.

Hotel terakhir di sby
dadah

Suka sekali dengan si cerminn, mau beli seperti ini juga :D
Capek banget karena terlambat dan bandara begitu luas capeknya lari-lari kecil ditempat seluas itu. Sampai Palu grasa grusu karena seminar aktualisasi tinggal menghitung jari alias minggu depan. Itulah sekelumit pengalamanku minggu ini. Diet dulu ah. Mulai besok tapi.
What a view

Sabtu, 23 Agustus 2025

A day in my life #2xx

Hampir saja aku ngambek karena si paksu tidak pernah video call sejak pulang di hari jumat lalu. Ternyata doi ke Sinjai mengantar mertuaku. Ya Allah semoga tetta sehat selalu supaya bisa diajak jalan-jalan lagi. Sayang sekali selama di Palu mertuaku belum sempat wisata mesjid. Padahal disini ada Mesjid dengan kubah terbesar di Sulawesi. Mertuaku ini hobbynya berjelajah ke berbagai mesjid. Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Jakarta, Padang, Mekah, Medinah, dan mungkin kota-kota lain yang tidak kutahu, Semua Mesjid Raya dan Istiqlalnya sudah beliau kunjungi. Belum lagi mesjid-mesjid kecil. Pokoknya kita bisa lihat binar matanya kalau bertamu ke rumah-rumah Allah.
Medinah

Mekkah

Minggu ini Seli datang ke Palu, proses pindah sekolahnya berjalan lancar karena Paksu bergerak cepat. Salah satu tujuannya kesini supaya bisa menemaniku dan fokus untuk belajar. Sebenarnya aku kasihan sama anak ini, saat kembarannya sibuk menorehkan prestasi, dia cuma bisa tinggal membantu orang tua. Padahal dia juga punya potensi. Mengingat masa remajaku yang tumbuh tanpa perhatian dan lagi susah-susahnya, aku ingin setidaknya saudara-saudaraku bisa mendapatkan yang lebih baik dariku supaya mereka bisa fokus. Tidak setengah jalan. 
Alhamdulilah suamiku selalu mendukung keputusanku dan paling banyak kontribusinya wkwk. Aku benar-benar bersyukur karena Paksu ada sebagai sosok yang peduli, bisa kuandalkan dan selalu siap bersama-sama mewujudkan mimpi-mimpiku, dia juga paling mengerti dengan bebanku sebagai anak tertua. Padahal dia sendiri anak bungsu yang seharusnya cenderung manja dan egois. But he is not. 

####

Sori ini sebenarnya ingin kuposting 2 minggu lalu tapi belum selesai. Posting aja kali yah walopun belum selesai. supaya bisa lanjut postingan baru. gemes juga kalau liat draf di dasbor :v
 

 

Sabtu, 19 April 2025

Memory Jalan

Halow blog, Selamat Lebaran^^

Alhamdulilah puasa sudah, lebaran sudah, mudik sudah, acara di rumah sudah. Saatnya fokus dengan diri sendiri dan melepas rindu. 

Selamat lebaran^^

My little guest. Katanya baby ini mirip Pak Habibi dan Pak Prabowo wkwkw

Gak terasa sudah april blog, cuaca makassar nano-nano. Kadang panas sekali, kadang hujan. Kamisminggu lalu aku ke rumah sakit memeriksakan kaki. Kali ini di Rumah Sakit Syech Yusuf. Kenapa gak di Unismuh kembali? Karena jadwal kontrolku sudah habis di RS Unismuh dan aku ambil rujukan baru lagi untuk ortopedi cuma tersedia di Syech Yusuf hari itu.

Singkat cerita aku sampai di rumah sakit dan beruntungnya dokter yang menangani adalah dokter ortopedi yang sama, dr Erry Yusuf. Ketika kuingatkan kalau dia dokterku di rs sebelah dan memperlihatkan hasil ronsen terakhir baru doi merespon. 

"Ohh iya ini yang saya tidak sarankan operasi waktu itu karena tulangnya sudah tersambung, kalau harus dioperasi pasti yang nyambung ini mesti dipatahkan lagi dan bisa beresiko, sudah saya jelaskan kan? tidak mungkin tidak karena sayami dokter yang paling rajin menjelaskan ke pasien", responnya.

"Haha... iya dok makanya saya ikuti anjuranta pakai tongkat 3 bulan terakhir. Tapi dok masih ada keluhanku jalan belum normal sampai sekarang, kalau kukasih normal melurus sakitki makanya datangka lagi," balasku.

"Kemarin waktu patah posisi tersambungnya tidak pas. celah sendi itu maksimum 2mm. disini posisi ada yang berubah. Biasanya 3-4 tahun baru sakit sekali," jelas dokter sambil menggambarkan tulang lututku dengan visual sederhana pada secarik kertas. "Memory jalan juga mempengaruhi, karena sudah terbiasa jalan pincang akhirnya seperti itumi terus. Memory jalan itu dua minggu. kalau dua minggu jalan begitu ya begitumi terus. Jadi nanti usahakan jalan normal terus supaya tereset memory jalannya kembali," sambungnya.

"Oh begitukah dok? memory jalan? tapi bagaimana dengan rasa sakitnya ini dok kalau dicoba jalan normal?"

"Seharusnya tidak sakitmi karena sudah lama. Kita fotomi dulu nanti kalau sudah keluar hasilnya baru diputuskan penanganan selanjutnya," jawab dokter.

Keesokan harinya (jumat) hasil radiologiku keluar dan kubawa ke ruangan dokter. Tidak beberapa lama aku dipanggil masuk, seorang perawat atau asisten dokter menjelaskan, hasil fotonya sudah dilihat oleh dokter dan katanya sudah bagus. Sudah tidak perlu kontrol lagi. Aku diperbolehkan melepas tongkat dan latihan jalan normal. Untuk keluhan sakit itu normal karena otot kaku selama ini jarang digunakan. Yang penting terus latihan. Nanti sakitnya hilang sendiri. Kalau masih ada keluhan langsung datang ke ortopedi dalam tiga bulan. Tamat.

Progres pemulihan kakiku sepertinya sudah mencapai 80%. Semoga saja sebelum berangkat ke Palu kondisinya sudah pulih 100%. Amiin.

#####

Beberapa hari ini si Paksu selalu mengajak olahraga, jumat malam kemarin kami main badminton lalu minggunya joging ke CPI. Aku juga ikut olahraga dong. Badminton masih oke, tapi untuk olahraga lari aku angkat tangan. It hurt me a lot coy.

Tunas sport tempat badminton andalan

Jogging di CPI

#####

Duh banyak sekali hari terskip dan tulisan ini gak selesai-selesai. Pokoknya hari ini harus selesai. 

Validasi  lagi

Jadi, karena hasil kontrol rumah sakit yang hanya menyuruhku latihan jalan sementara sakitnya tak hilang dirasa belum memuaskan, Paksu pun membawaku ke klinik pisioterapi untuk mendengar pendapat ahli lainnya. Disana dokter cuma memberikan satu solusi. Operasi rekonstruksi untuk memperbaiki posisi tulang. Gaes betapa lemesnya aku dan paksu cuma bisa bertatapan. Disatu sisi ingin kuikuti solusi dokter itu karena merasa mulai lelah. Disisi lain aku cenderung menolak karena takut waktunya mepet dan ribetnya pengurusan berbagai hal. Kami pun pulang dengan membawa obat resep dokter. Dahlah, berusaha yakin saja dengan arahan terakhir dokter sebelumnya serta alternatif selama ini.

Sepertinya aku akan membeli alat olahraga untuk latihan memperkuat otot paha. Otot pahaku masih lembek, info dari dokter paha pasti menyusut karena aktifitas kebanyakan ditumpukan pada kaki sebelahnya. Semangatlah adp.

Rabu, 05 Maret 2025

5 Maret 2025

Masya Allah Tabarakallah. Akhir-akhir kemarin ada anak kecil yang membuatku senyum-senyum sendiri menonton videonya. Namanya Ara, anak ini viral karena pintar ngomong. Sudah diundang ke stasiun TV dan podcastnya Densu juga. Lucu sekali bocil bisa mengikuti pembicaraan orang dewasa >.<

***

Bulan lalu aku diuji sakit mata blog. Sepertinya aku harus lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Perkara sakit mata ini yang lucu karena bertiga dimulai Rindu, aku kemudian Lisa, kami semua sakit mata. Bayangkan ciwi-ciwi bermata bengkak dan merah, kalau bangun tidur mata seperti terlem susah dibuka karena air mata yang mengering dan bengkak yang mengambil alih :/ Dengar-dengar orang yang bergolongan darah sama lebih mudah tertular. Mungkin itu salah satu penyebabnya. Suamiku sampai menjaga jarak ketika tidur denganku, untung kasur kami ukuran superking. Alhamdulilah sekarang kondisiku sudah baik. Cuma perlu empat hari untuk sembuh. Aku rajin pakai obat tetes mata dan mengonsumsi obat. Konsumsi obat apa saja yang ada di rumah, kalau tidak salah amoxilin sih.

###

Beban kerja berkurang karena proyek nomor edar BPOM milik bos sudah keluar. Alhamdulilah. Sepertinya aku sudah bisa jadi konsultan perijinan kosmetik wkwkw. Untuk proses perijinan pengembangan proyek perumahanpun sudah diserahkan ke konsultan perijinan, biarlah soalnya kondisiku cukup terbatas untuk mengurus dan jalan-jalan. Akhirnya sesuai rencana, bulan maret slow working tinggal merapikan dokumen dan transfer ilmu ke Evita. Bulan April cuss ke Palu.

Foto hanya pemanis, dua bos yang sedang cukuran
***

Alhamdulilah sekarang ramadhan hari kelima, puasaku lancar. Sepertinya aku bisa full tiga puluh hari karena siklus haidku kembali zonk seperti dulu wkwk. Paksu sudah di tanah suci sejak pagi tadi, semoga ibadahnya mabrur dan doa-doanya dikabulkan, amin.  

Btw sudah subuh, sampai nanti lagi blog. Bye.

Minggu, 16 Februari 2025

What a beautiful day

Beberapa kali Rindu pernah minta tolong padaku diajari cara menyelesaikan PR yang tidak dia pahami. Kebetulan PR matematika yah aku sebagai alumni peserta OSN Matematika pada masanya (SMP-SMA) unjuk gigi dong. Gini-gini-gini. Satsetsatset. Aman...

Tiba-tiba jumat kemarin dia mendatangiku lagi minta diajari PR Ekonomi. Lah apasih ekonomi mah easy thats my thing, remehku. SMA Ilmu Sosial dan S1-Ekonomi Pembangunan iniloh. Diperlihatkannyalah soal yang rasanya mirip-mirip dengan soal perbandingan kuantitatif pada tes skd cpns ku yang lalu. Tapi pertanyaannya berbeda. Yang ditanyakan bukan perbandingan tapi fungsi permintaan. Kubaca sekilas dan coba cocokkan rumus yang dia berikan (langsung diberikan soal tanpa contoh atau uraian materi), loh cara hitungnya gimana ini? Tiba-tiba ngeblank. Aku ingat sih fungsi permintaan dan penawaran itu kata yang gak asing, tapi hitungannya kok tiba-tiba jadi asing. Akhirnya aku beralasan perlu mempelajarinya dulu untuk membangkitkan ingatan. Wkwkwk aku tersadar sebenarnya apa sih yang kulakukan semasa sekolah dan kuliah dulu? Nanti kalau sudah kupelajari baru diupdate ya.

### 

Tahukah blog, sejak kemarin aku berbunga-bunga. Hatiku senang sekali karena Paksu membelikanku hape baru dalam rangka kelulusan cpns ini. Gak tanggung-tanggung yang dibeli ip15. Mana bertepatan dengan hari valentine, bukan coklat tapi dapat hape. Aku jadi merasa gaya sekali. Sekarang aku akan posting foto atau video dengan lebih ekspresif karena kualitas kamera hapeku sangat cantik tidak butek lagi hhohoo. Semoga rejeki suamiku makin banyak sebanyak bintang di langit, air di lautan dan pasir di pantai yang tak terhitung jumlahnya. Amiin yra.

01
###

Mari membahas hal selanjutnya, pekerjaan. Ternyata untuk lepas dari kerjaan asal itu cukup menggugah iman. Ponakan suami yang juga lulus cpns ketika mengajukan resign, ditawari naik gaji oleh perusahaannya untuk tetap tinggal (doi sudah posisi manager cabang). Kupikir itu cuma berlaku untuk orang lain, tapi ternyata aku juga mendapatkan penawaran dari perusahaan asalku. Lebih gokil lagi karena tempat kerjaku tetap memintaku bekerja mengatur segala urusan meskipun dari jarak jauh. Masya Allah aku tergoda loh. Ditambah aku percaya salah satu faktor kelulusanku adalah berkat fleksibilitas dan pengabdian selama di perusahaan ini. Jadi gimana ini? aku taunya ada efisiensi pemerintah, dan pu sebagai kementerian yang mengatur infrastruktur pembangunan bisa jadi berdampak kurangnya kegiatan/kerjaan (entah gimana dilapangan nanti sih, aku cuma mengira-ngira). Sepertinya bisa dipertimbangkan, ya? kan lumayan dobel gaji wahhahaa.

###


 Sejak hari senin sampai kamis lalu, kepalaku sempat sakit blog. Bukan yang berputar-putar cuma sakit saja. Kadang ada perasaan mau muntah. Aku percaya itu karena obat dokter yang kukonsumsi pasca suntikan. Selain obat nyeri ada asam folat dengan dosis lumayan tinggi dibanding yang biasa kukonsumsi. Lalu tiba-tiba di hari jumat keluar flek coklat kemerahan yang kukira adalah gejala menstruasi. Agak terkejut karena rentang haid terakhir itu belum cukup 20 hari. Tahunya tiga hari ini yang keluar cuma flek saja gak keliatan cairan. Akupun mencari-cari di internet, ini gejala apa. Ada tiga kemungkinan, 1. Penyakit, 2. Perubahan Hormon, 3. Kehamilan. Ya Allah semoga saja ini karena si nomor 3. Apa gak bertambah kebahagiaanku :') Update ditunggu postingan selanjutnya.

Jumat, 07 Februari 2025

Ubur-ubur ikan lele

Ubur-ubur ikan lele, dua hari lalu sudahka' suntik Le. 

Pernahka dengar ada pengobatan yang kalau disuntikki jadi sembuh. Ndak tau ya apakah tempat yang kudatangi kemarin sama dengan berita-berita demikian, tapi akhirnya antusiaska pergi. Ini rekomendasi dari keluarga-keluarga Paksu. Namanya praktek dokter Hendrikus apalah di Jalan Bawakaraeng. Beliau dokter saraf. Setelah menyampaikan keluhan dan memeriksa kakiku, dokternya langsung menawari untuk suntik. "Saya suntik ya bagian yang sakit, nanti diambil darahnya sedikit dan disuntikkan lagi ke bagian yang sakit. Cara kerjanya dia membuat jaringan baru untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak," jelas Dokter. "Iya Dok gakpapa semoga dengan ini saya bisa sembuh," kusetujui tanpa banyak tanya. 

Berkali-kali jarum suntik ditusukkan ke lututku. Setelah itu area yang disuntik di tekan-tekan dan dipijat sebentar oleh dokter untuk meratakan suntikannya. Karena lipatan belakang lututku ada rasa sakit seperti tertarik saat diluruskan, akupun mengadukan ke dokter dan disuntik juga. Wow. Emejing. Alhamdulilah rasa sakit dibelakang lutut hilang saat diluruskan. Apakah ini yang biasanya dikatakan oleh orang-orang?

Sayangnya rasa sakit di lutut tidak terlalu ada perubahan. Aku masih merasakan ngilu dan kesulitan berjalan normal. Aku sampai berpikir ini adalah masalah psikologis. Apa iya karena kupikir bakalan pincang akhirnya aku jadi jalan pincang? Nggak mungkin kan? 30 tahun aku pakai kakiku jalan, masa lupa cara jalan. Mari lihat sebulan lagi sesuai arahan dokter, semoga ada perubahan. 

Yang kusadari semenjak sudah disuntik ini, sakit di lutut jadi makin terasa karena sakit dibelakang lutut hilang hhuhuu. Rasanya semua sakit berpusat ke lutut. Btw beberapa hari ini aktifitasku cukup banyak diluar, mungkin saja sakitnya karena itu juga. Tapi kurasa kakiku jadi sedikit kuat naik turun tangga dengan normal.

Yaudah. off dulu blog.

Selasa, 04 Februari 2025

Random Story in Feb

Hellow blog. Beberapa hari ini aku selalu bilang "banyak kerjaan" ke Paksu. Rasanya juga memang agak capek sih. Itu karena Bos berharap agar semua pekerjaanku yang sedang berproses bisa tuntas sebelum berpindah kerja. Selain itu aku juga harus transfer ilmu ke Evita, meskipun masih perlu banyak belajar untung saja anaknya rajin. Aku menargetkan semuanya selesai dalam sebulan hingga akhir februari. Rencananya mau slow working di maret dan tetap dapat thr, apakah aku terlalu serakah? Hhahahaa.

Kira-kira apa yang harus kusiapkan untuk memulai kerja di tempat baru? Gambaran besar yang kupikirkan saat ini cuma tempat tinggal. Meskipun banyak keluarga suami di sana, tapi aku agak ragu untuk menumpang. Mungkin aku akan mengontrak rumah atau membeli rumah sekalian (yang disuruh beli si Lisa, soalnya diriku udah punya rumah di Makassar). Selain persiapan tempat tinggal pasti perlu kendaraan juga. Si kuning bisa ikut aku dah. 

Btw kemarin aku keluar makan siang bersama Lisa, Nyonya Marini dan Kak Rizal. Perasaan cuma nama orang-orang ini deh yang beberapa kali mampir di postingan. Tapi aku senang. Obrolan yang santai disertai jokes. Tak ada yang berubah dari mereka, nostalgia rasanya.
Kabar terbaru Alhamdulilah Marini lulus PPPK di kantornya dan sedang senang bermain badminton. Kak Rizal masih dengan aktifitasnya berpolitisi dan mengajar. Sedangkan aku? *tepuk-tepuk dengkul* *berbisik ke dengkul dengan mesra, "cepat sehat bro, yang kuat, tolong kerjasamanya untuk kedepan"*. Ya gitu deh. Hhakhakhakk.

####

Siang tadi, secara random si Evita tiba-tiba bilang, "Kak Nanda mauka belajar bikin alis ini, nanti kalau tauma kuajariki baru sama-samaki pakai alis gambar". Nahhh itulah yang ingin kulakukan bahkan sejak sebelum nikah sampai sekarang tapi belum kesampaian. Gasskan! Ajarkan aku juga segeraaaa! :'D
 
Semalam Paksu balik dari Sinjai. Dibawakannya oleh-oleh buah manggis, pete dan ubi jalar. Katanya ada durian juga, tapi karena dia nebeng mobil sepupu yang gak suka mobilnya bau, alhasil durian gak kebawa. Pinginku makan durian yang tebal dan manis-manis itu. Tapi gapapalah, udah puas sekali makan manggis. Ubinya jadi karbo untuk diet mulai besok syalalalaa. Pulang ke kampung suami itu ada banyak sekali yang bisa dibawa, sementara pulang ke kampungku entah apa yang bisa di temukan. Mengsedih.

Rencananya pertengahan bulan ini aku sama Paksu mau ke Palu cari tempat tinggal. Tapi setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ini pemborosan dan tidak begitu perlu deh. Mungkin sebaiknya nanti sekali jalan saja kalau sudah ada jadwal pasti. Biaya tempat tinggal, perlengkapan dan kebutuhan dasar pasti perlu disiapkan dalam jangka waktu sesingkat ini. Jangan sampai Paksu boncos soalnya bulan depan doi mau pergi temani mertua ke tanah suci. Semoga dimudahkan semuanya. Amiin YRA.

Minggu, 19 Januari 2025

Selamat Tahun Baru 2025

Selamat tahun baru 2025 blog. Semoga tahun ini lebih baik lagi. Selamat ulang tahun juga untukku, ternyata sudah setua kepala tigaan. Kata suami lututku bunyi-bunyi. Usia dan fisik tampak berbanding lurus ya hhahahaa.

hbd adp

 Senang sekali akhirnya pengumuman cpns 2024 sudah keluar. Sesuai perkiraan aku gak lulus perengkingan di lokasi yang kudaftari, tapi berita baiknya aku lulus optimalisasi P/L-U3 di lokasi lain yang masih satu pulau, Masha Allah Alhamdulilah. Meskipun ini diluar rencana, tapi syukur sekali rasanya usahaku tidak sia-sia. Ikut bimbel online, beli dan belajar berbagai tryout masih dengan kondisi kesakitan pasca jatuh, meminta jalur langit, minta restu suami, orang tua dan keluarga.

Sepertinya semua menjadi poin-poin tambahan untukku sehingga bisa lolos. Bahkan ada momen yang kurasa sangat sakti, cucian kaki ibu. Sebelum ujian SKD, ibu datang menjenguk ke rumahku, sekalianlah kuajak adik-adik yang merawatku (Lisa dan Rindu) untuk mencuci kaki ibu, memohon maaf serta meminta restu agar dimudahkan dan diloloskan cpns tahun ini. Masha Allah Tabarakallah, aku dan lisa benaran lolos cpns! Fakta menariknya lagi, kami sama-sama lolos di Sulawesi Tengah. Lisa dari awal memang mendaftar Pemprov Sulteng, dan aku melalui optimalisasi terlempar ke Sulteng. Allah Maha Besar, settingan-Nya tidak main-main.

Ketika tahu aku lulus di lokasi yang jauh, rasanya sedikit ragu karena selama ini suami melarang untuk pilih tempat yang jauh. Katanya dia gak bisa jauh2 dariku, secinta itukah dia wkwkwk. Sanggahannya sih masa gak bisa bersaing di daerah sendiri. Apakah dia tahu berapa banyak freshgraduate dan orang-orang cerdas yang mencari kerja saat ini? Tapi syukurlah, ternyata suamiku mendukung untuk mengambil kesempatan ini. Sembari berproses, untuk sementara kami mungkin harus ldr dulu karena dia kerja di Makassar. Semoga ada kemudahan untuk kami berdua kedepannya. Amiin YRA.